Jalan Kita Lurus Menurut Tuhan Sendiri

Viewed : 403 views

Amsal 21:2
Setiap jalan orang adalah lurus menurut pandangannya sendiri, tetapi TUHANlah yang menguji hati.

Ada seorang tersesat di jalan. Di ujung perjalanannya dia temukan jalan buntu. Tidak ada pilihan, orang itu harus kembali ke jalan semula. Dia merasa risau karena sudah berjalan jauh. Sudah rugi waktu dan rugi bahan bakar.

Sebetulnya masalahnya dia kurang awas. Dia tidak memperhatikan arah dan tanda-tanda jalan. Dia berjalan menuruti nalurinya melewati jalan yang menurutnya bagus dan rata tanpa ada hambatan.

Kalau sesat di jalan seperti itu, tidaklah terlalu masalah mungkin. Bisa saja kembali lagi ke jalan semula. Tetapi bagaimana jika salah dengan perjalanan hidup kita?

Perjalanan hidup kita bisa salah arah. Apabila salah, kita tidak bisa memutar waktu kembali ke masa lalu. Paling-paling menghabiskan saja waktu yang masih tersisa. Syukurlah kalau masih banyak, kalau tidak? Repot juga.

Masalahnya juga adalah kita sering terlalu asik dengan apa yang kita rasa benar. Kita berjalan menempuh hidup dengan pikiran kita saja dan apa yang dipandang baik. Kita sering lupa melihat tanda-tanda dan arahan dari Tuhan. Kita sering tidak melibatkan dan tidak menghadirkan Tuhan dalam hidup kita. Seperti kata penulis Amsal, “Setiap jalan orang adalah lurus menurut pandangannya sendiri, tetapi TUHANlah yang menguji hati.”

Kita memang percaya kepada Yesus. Kita yakin sudah diselamatkan Yesus. Tetapi kita tidak menjadikan Yesus sebagai TUHAN yang berhak penuh atas hidup kita. Inilah masalahnya!

Mari kita mencermati seluruh hidup kita dengan rencana yang baik berdasarkan apa kata Yesus sebagai TUHAN atas hidup kita. Dengan demikian, jalan kita bukan lurus menurut kita, tetapi lurus menurut Tuhan sendiri.
Semoga!

Selamat bekerja.
Selamat beraktivitas.
Selamat melayani.

Tuhan Yesus memimpin dan mengendalikan perjalanan hidup kita. Amin.

Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahĂșn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Illustration created using DALLE-3 on Bing Image Creator

Comments

comments