Tuhan Memberi Kuasa Agar Manusia Dapat Menguasai Dirinya

Viewed : 355 views

2 Timotius 4:5
Tetapi kuasailah dirimu dalam segala hal, sabarlah menderita, lakukanlah pekerjaan pemberita Injil dan tunaikanlah tugas pelayananmu!

Menjadi orang penting dan kuat adalah keinginan banyak orang. Kalau diperhatikan, produk-produk dan barang-barang tertentu melalui iklanpun membuat kekuatan dan ketahanan sebagai nilai jual dan sering secara berlebihan ditonjolkan.

Banyak orang berupaya dengan berbagai cara untuk beroleh kuasa, baik dengan cara yang tepat maupun dengan cara tidak terpuji.

Orang merasa dapat melakukan apa saja bila kuasa ada. Mereka dapat memerintah, dapat memperoleh apa yang diinginkan dengan mudah. Dapat harta, dapat kepuasan, dan sebagainya.

Dengan kuasa yang dimiliki, orang merasa dapat menjadi terkenal, terhormat, mashyur serta dikenal dimana-mana. Dengan kuasa orang merasa diakui dan diterima, karena memang salah satu kebutuhan manusia adalah perasaan diakui dan diterima.

Allah memberi kuasa kepada setiap anak-anak-Nya, namun berbeda pengertiannya dengan kuasa yang diartikan sebagai kuasa untuk mengendalikan orang lain dengan tujuan mendapat kepuasan sementara.

Tuhan memberi kuasa agar manusia dapat menguasai dirinya. Sebab itu marilah kita menyerahkan diri untuk dikuasai Tuhan sepenuhnya. Dengarlah suara-Nya.

Biarlah hidup kita menjadi contoh dan teladan yang baik. Biarlah kita sedia dan setia dalam panggilan hidup untuk melayani Dia. Dengan kuasa dan otoritas dari Allah kita menjadi saksi Tuhan, dan kita dapat memenangkan jiwa bagi Yesus serta menolong orang-orang untuk semakin mengenal Dia. Kuasa tersebut akan diperoleh bila kita memiliki hubungan yang baik dengan Tuhan, dan bila hati kita peka dan mau dengar-dengaran dengan suara-Nya.

Selamat Hari Minggu.
Selamat beribadah.
Selamat melayani.

Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita. Amin.

Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahĂșn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Illustration created using DALLE-3 on Bing Image Creator

Comments

comments