Kunci Rahasia Hidup Bahagia

Viewed : 427 views

Mazmur 119:2
Berbahagialah orang-orang yang memegang peringatan-peringatan-Nya, yang mencari Dia dengan segenap hati

Beberapa hari lalu pintu ruangan saya di kantor tidak bisa dibuka. Waktu keluar mau ke toilet, saya lupa bawa kuncinya… tertinggal di atas meja. Pintu ini model lama. Ngunci sendiri begitu ditutup. Membukanya saja yang butuh anak kuncinya.

Bingung juga. Apalagi sebentar lagi mau kuliah di kampus Cirebon. Akan ketinggalan kendaraan kampus jadinya. Lalu dipanggil tukang kunci. Tukang kunci itu profesional. Dalam hitungan tujuh detik langsung bisa dibuka hanya dengan alat sederhana. Mungkin lebih lama kalau saya buka dengan kunci aslinya.

Ketika ditanya upahnya, dia sebutkan angka yang bagi saya cukup besar. Ya… tak apalah. Itu wajar. Toh saya sudah tertolong. Coba tadi kalau pintu itu dibongkar. Pasti lebih mahal jadinya.

Suatu penghargaan patut memang diberikan kepadanya karena dia bekerja profesional. Kompetensinya haruslah dihargai. Dia sudah berusaha dan berpikir keras setiap hari bagaimana caranya bisa menolong orang yang kebingungan seperti saya ini. Kompetensinya membuat saya tertolong. Saya rasakan sebuah kebahagiaan begitu pintu dapat dibuka olehnya. Pekerjaan saya lancar. Jadi tak ketinggalan kendaraan kampus. PujiTuhan!

Semua orang ingin hidup berbahagia. Oleh sebab itu benyak orang mencari-cari kunci resep hidup bahagia. Terkadang orang bersedia membayar harga tinggi untuk memperoleh kebahagiaan. Dan ada yang mendapat bayaran tinggi untuk membuat orang berbahagia karena tertolong terhibur seakan keluar dari masalahnya. Salah satu di antaranya berprofesi sebagai tukang kunci.

Kita diingatkan akan kunci hidup bahagia. Kunci rahasia hidup bahagia adalah dengan memegang peringatan Tuhan. Tuhan senantiasa mengingatkan kita akan janji-janji-Nya. Dia setia menepati janji-janji-Nya. Inilah kunci rahasia hidup bahagia.

Oleh karena itu, pemazmur dalam ayat di atas mengajak kita untuk mencari Dia dengan segenap hati.

Bila kita ingin berbahagia, mari kita memperhatikan peringatan-peringatan-Nya. Mari memegang janji-janji-Nya. Mari dengar-dengaran akan Dia. Marilah melakukan kehendak-Nya.
Terpujilah Tuhan!

Selamat beraktivitas.
Selamat melayani.

Tuhan menyertai dan memberkati kita senantiasa. Amin.

Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahĂșn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Illustration created using DALLE-3 on Bing Image Creator

Comments

comments