Hamba yang Menantikan Tuan

Viewed : 462 views

Lukas 12:35-37
Hendaklah pinggangmu tetap berikat dan pelitamu tetap menyala. Dan hendaklah kamu sama seperti orang-orang yang menanti-nantikan tuannya yang pulang dari perkawinan, supaya jika ia datang dan mengetok pintu, segera dibuka pintu baginya.
Berbahagialah hamba-hamba yang didapati tuannya berjaga-jaga ketika ia datang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia akan mengikat pinggangnya dan mempersilakan mereka duduk makan, dan ia akan datang melayani mereka.

Kita diingatkan untuk tetap berjaga-jaga dan waspada agar hidup kita berkenan kepada Tuhan… fokus akan hari kedatangan-Nya. Hari kedatangan-Nya adalah hari yang sangat dan amat penting bagi kita.

Dalam hal itu, kita diumpamakan sebagai hamba yang sedang menantikan tuan pulang dari pesta. Ketika tuan itu datang, dia mengetuk pintu dan hambanya yang menyiapkan diri membuka pintu mempersilahkan tuan masuk. Hambanya tidak tahu waktunya kapan tuan datang, dan itu tidak penting. Yang penting bersiap… siapkan diri!

Dalam penantiannya, baik sekali bila hamba itu membersihkan rumah. Semua ditata rapi agar begitu nanti datang, tuan melihatnya dengan senang hati. Rumah enak dipandang mata. Tuanpun akan memberi pujian.

Hamba yang menantikan tuan tersebut adalah gambaran diri kita sebagai orang percaya yang sedang menantikan Kristus. Kita tidak tahu kapan waktu kedatangan-Nya. Itu tidak perlu. Itu bukan urusan kita. Urusan kita adalah agar tetap setia kepada Kristus. Kita tetap berjaga-jaga dan hidup senantiasa berkenan kepada Tuhan. Lakukan apa yang diamanatkan-Nya dan taat kepada kehendak-Nya. Itu yang seharusnya dilakukan.

Jadi, biarlah pelita kita tetap menyala dalam menanti Kristus datang kembali. Jika nanti Dia datang, maka kita sungguh berbahagia, sebab kita termasuk dalam kumpulan hamba-hamba yang didapati Kristus berjaga-jaga dan menyiapkan diri untuk hari kedatangan-Nya.

Selamat Hari Minggu.
Selamat Beribadah.

Tuhan Yesus menyertai dan menolong kita untuk tetap siap dan berjaga-jaga serta pelita menyala dalam menantikan Dia. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahĂșn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Image by mdjaff on Freepik

Comments

comments