Orang Malas dan Orang Rajin

Viewed : 533 views

Amsal 12:27
Orang malas tidak akan menangkap buruannya, tetapi orang rajin akan memperoleh harta yang berharga.

Pada dasarnya keberhasilan apapun; dapat dicapai dengan bekerja, bukan dengan berpangku tangan. Janganlah terlalu percaya dengan apa yang disebut sebagai kemujuran ataupun keberuntungan untuk berhasil. Kerja keras kuncinya!

Kiita harus berdoa dan menyerahkan kepada Tuhan segala usaha kita, setelah itu dengan bekerja sepenuh hati akan didapatkan hasil yang baik.

Ada dua orang petani berdoa kepada Tuhan meminta hujan, tetapi yang turun ke sawahlah yang akan panen menuai hasil. Orang yang malas dan tetap tinggal bersantai tidur di rumah tidak akan beroleh apa-apa. Itulah yang diingatkan oleh penulis Amsal yang mengatakan, ”Orang malas tidak akan menangkap buruannya, tetapi orang rajin akan memperoleh harta yang berharga.”

Karena itu janganlah berhenti, tetapi tetaplah maju meski setapak demi setapak. Bayangkanlah bila kita berhenti kemaren, kita tidak akan berada di sini hari ini. Bila kita berhenti hari ini, besok kita mungkin akan merasakan kerugian dengan kavakuman kita hari ini.

Orang malas cenderung lebih senang melamun dan berkhayal yang indah-indah, tetapi begitu sadar dari khayalannya dia akan kembali menemukan dirinya yang sebenarnya. Sebaliknya orang rajin akan selalu berikhtiar dan ada saja usaha-usaha yang dilakukannya.

Sebenarnya bekerja bukanlah sekedar untuk meraih sesuatu dan bukan sekedar untuk memenuhi keinginan. Sesungguhnya dengan bekerja kita melatih diri. Dengan rajin bekerja, watak kita akan dilatih menjadi lebih baik.

Tuhan tidak akan pernah kalah dalam memberikan berkat-Nya. Dia tak pernah terlambat memberi apa yang baik bagi yang berusaha dan berdoa. Karena itu janganlah mengeluh. Jangan rusak diri dengan kemalasan.

Bangkitlah!
Teruslah bertekun dan semangat serta rajin bekerja melakukan apa yang baik sebagai tanggungjawab kita.

Selamat beraktifitas.
Selamat berkarya.
Selamat melayani.

Tuhan meyertai dan memberkati. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Image by Freepik

Comments

comments