Ratapan 3:24
TUHAN adalah bagianku,” kata jiwaku, oleh sebab itu aku berharap kepada-Nya.
Sifat alami kita adalah kita takut atau khawatir, jika kita tidak mendapat apa yang dirasa bagian kita. Atau lebih keras lagi adalah marah; jika hak kita diselewengkan.
Betapa banyak orang mencari keadilan ke pihak berwenang demi hak. Orang berharap haknya dipenuhi meski untuk itu merepotkan dan sering pakai biaya. Ini tentu wajar saja, sebab begitulah hidup.
Berbicara soal hak atau bagian, kita diingatkan bahwa kita sungguh barsyukur sebab bagian kita sebagai orang percaya sungguh besar… Tuhan milik kita; yang digambarkan sebagai bagian atau hak kita. Kita adalah milik Tuhan. Ini luar biasa! Kita amat sangat beruntung.
Sebab itu apapun yang sedang terjadi, kita diingatkan bahwa Tuhan beserta kita yang membuat:
• kita tidak merasa lebih dari orang lain… tidak merasa kurang dari orang lain,
• kita tidak merasa lebih tinggi dari orang lain… tidak merasa lebih rendah dari orang lain,
• kita tidak iri dengan orang lain… tidak membanggakan diri kepada orang lain.
Sebagai milik Tuhan dan Tuhan bagian kita, maka semestinya kita merasa bahwa kita hanyalah berbeda dalam fungsi dan panggilan, berbeda profesi, berbeda perolehan, berbeda rejeki, berbeda suku, dan sebagainya. Banyak kita berbeda, dan itu sama sekali tidak masalah. Itu hanyalah keragaman dan variasi hidup saja.
Karena kita milik Tuhan dan Tuhan bagian kita, maka marilah kita bekerja dengan baik, rajin, tekun, semangat, antusias, hati melayani… dan selalu bersikap positif. Walau ini sering sulit dan menyulitkan, tapi bersama Dia kita bisa!
Yakinlah!
Selamat beraktifitas.
Tuhan Yesus menyertai dan memberkati serta menolong kita sepenuhnya untuk meyakini bahwa kita milik-Nya dan Dia milik kita. Amin.
Salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |
Image by wirestock on Freepik




