Keterbatasan Kita

Viewed : 435 views

Yesaya 40:29
Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya.

Seberapa besarpun kekuatan kita, tetap ada sisi lemah kita.

Seberapa besarpun kemampuan kita, tetap ada hal-hal yang tidak sanggup kita lakukan.

Seberapa pintarpun seseorang, ada banyak hal yang tak terjangkau oleh kecerdasannya.

Betapa besarpun semangat seseorang, tetap ada kalanya perasaan lesu dan jenuh muncul.

Betapapun kita merasa fisik kita kuat, tetap kita bisa juga merasa lelah, bahkan penyakitpun bisa datang.

Betapapun kita merasa dapat bergerak dan bertindak cepat, namun ada saatnya kita merasa lamban melakukan sesuatu dan merasa tertinggal.

Betapapun kita merasa dapat melakukan banyak hal, namun kita merasa hanya sedikit yang terlaksana. Selebihnya tertunda dan terbengkalai.

Betapapun orang merasa kita berhasil, ada saja saat dimana hati kecil kita seolah berkata bahwa kita tidak beroleh apa yang kita inginkan dan berakibat tidak bersyukur.

Artinya itu semua adalah bahwa ada keterbatasan kita. Ada kelemahan kita.

Akan tetapi kita sungguh bersyukur sebab ada Allah Bapa Yang Maha Baik yang senantiasa memberi kekuatan dan semangat bagi kita.

Mari kita tetap semangat hidup. Mari ikut Dia. Berjalan bersama Dia. Nikmati kebersamaan kita bersama Kristus. Dengan demikian kita akan tetap dapat maksimal produktif dengan apa yang baik… bermanfaat untuk pengembangan diri kita serta hidup kita bermakna bagi sesama.

Selamat beraktifitas.

Tuhan senantiasa menolong dan menyertai kita dalam kelebihan dan keterbatasan kita. Segala puji dan hormat bagi Dia. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahĂșn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Image by Freepik

Comments

comments