Matius 20:32-34
Lalu Yesus berhenti dan memanggil mereka. Ia berkata: “Apa yang kamu kehendaki supaya Aku perbuat bagimu?”
Jawab mereka: “Tuhan, supaya mata kami dapat melihat.”
Maka tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan, lalu Ia menjamah mata mereka dan seketika itu juga mereka melihat lalu mengikuti Dia.
Setiap kali membaca ayat di atas, kita merasa takjub dan kagum akan kuasa Yesus dapat mencelikkan mata orang buta menjadi sembuh dapat melihat.
Dalam kekaguman kita, yang menjadi perhatian kita dalam hal ini adalah bahwa Tuhan Yesus melakukannya dengan hati yang berbelas kasih. Oleh belas kasih, kesembuhan dapat dinikmati oleh orang buta itu.
Kitapun juga mungkin ada yang sedang mengharapkan dan menantikan keajaiban Tuhan terjadi dalam hidup kita. Biarlah oleh belas kasih Yesus; Dia mewujudkan harapan kita.
Sesungguhnya yang paling penting untuk kita adalah oleh belas kasih Yesus, mata hati kita dicelikkan dan dibukakan sehingga kita sadar dan melihat apa kehendak Allah untuk kita. Kita mengalami belas kasih-Nya dalam memahami rencananya dan hal itu terwujud nyata dalam panggilan hidup kita.
Apalah artinya mata fisik kita baik dapat melihat, namun mata hati kita kabur tertutup bagi Dia? Oleh sebab itu biarlah Tuhan membuka mata hati kita untuk kita dapat melihat kasih-Nya dan dimampukan melihat rencana-Nya; sehingga kita dapat bekerja, berkarya, dan melayani dengan sepenuh hati.
Selamat beraktifitas.
Tuhan menyertai dan memberkati kita senantiasa. Amin.
Salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahĂșn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |
Photo by Drew Dizzy Graham on Unsplash




