Senantiasa Bertindak Adil Dalam Setiap Hal

Viewed : 415 views

1 Timotius 6:10-11
Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.
Tetapi engkau hai manusia Allah, jauhilah semuanya itu, kejarlah keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelembutan.

Dalam bagian teks ayat di atas, kita diingatkan untuk berlaku adil. Kita seharusnyalah melakukan apa yang adil.

Kita sering merasakan ketidakadilan, ataupun boleh jadi kitapun juga melakukan ketidakadilan.

Salah satu akibat ketidakadilan adalah muncul perasaan tidak puas, karena itu terjadilah protes, atau rasa tidak suka kepada pihak yang dirasa berlaku tidak adil.

Apa sesungguhnya arti kata adil?

Mungkin tidak mudah untuk memberi maknanya secara harafiah, walau kita mengerti dan paham maknanya, terlebih ketika kita sedang rasakan itu.

Bersikap adil sering tidak mudah. ”Adil” bukanlah sebatas masalah hukum saja, tetapi juga menyangkut etika, norma, emosi, moral, dan tanggung jawab dalam diri seseorang.

Berbicara tentang moral, berarti sudah berkaitan dengan seberapa baik-buruknya manusia dalam bertindak. Karena itu setiap usaha bersikap adil atau bersikap tidak adil akan selalu menuntut “pertanggungjawaban moral” dan berkaitan dengan hati nurani.

Bersikap adil berarti menunjukkan sikap berpihak kepada yang benar, tidak berat sebelah dan tidak memihak, yang dapat dapat diartikan sebagai:
 Adil berdasarkan “egoisme pribadi”, yang dinilai dari tindakan atau perbuatan yang berkaitan dengan keuntungan pribadi.

 Adil berdasarkan “egoisme kelompok”, yang dinilai dari sisi keuntungan terhadap kelompoknya.

 Adil berdasarkan “kelayakan bagi orang lain”, yang dinilai dari idealisme tinggi berupa kepedulian dan kepekaan dengan sesamanya.

 Adil berdasarkan “kesamaan derajat”, yang dinilai dari kesamaan kedudukan yang proporsional.

 Adil berdasarkan “hukum”, yang dinilai dari sisi hukum dan undang-undang yang berlaku.

Tuhan Maha Adil, karena itu sikap dan tindakan-Nya penuh dan sempurna dengan keadilan. Karena itu Dia menyuruh kita untuk bersikap dan bertindak adil.

Beberapa sikap dalam diri seorang yang adil yang dapat kita lakukan adalah:
• tidak berbuat curang,
• keputusan tidak dipengaruhi oleh pihak yang dirasa berkuasa,
• tidak memutarbalikkan fakta,
• tidak memandang muka,
• penuh kasih dan hidup dalam terang,
• dan sebagainya.

Mari kita mulai dari diri sendiri mengupayakan untuk senantiasa bertindak adil dalam setiap hal.

Selamat beraktifitas.

Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Image by Sewupari Studio from Pixabay

Comments

comments