Hanya Dekat Allah

Viewed : 550 views

Mazmur 62:2,8
Hanya Dialah gunung batuku dan keselamatanku, kota bentengku, aku tidak akan goyah.
Percayalah kepada-Nya setiap waktu, hai umat, curahkanlah isi hatimu di hadapan-Nya; Allah ialah tempat perlindungan kita.

Jika kita berandai-andai… seandainya Tuhan bertanya kepada kita sebelum lahir, _“Kamu mau jadi seperti apa nanti dilahirkan?” Apakah jawaban kita? Model manusia seperti siapa gerangan kita inginkan?

Atau pertanyaannya adalah seandainya kita dapat berubah sekarang juga, tipe manusia seperti apa yang kita ingin?
Adakah seseorang yang benar-benar menjadi idola dan idaman kita?, sehingga kita mengatakan, ”Aku mau menjadi seperti si Xyz”

Pertanyaan selanjutnya adalah; kalau kita betul-betul sudah menjadi seperti tipe yang kita inginkan itu, sudahkah ada jaminan bahwa kita puas? Menjadi lebih damaikah kita dibanding hidup kita sekarang? Barangkali kita mengatakan, ”Itu relatif!”, artinya belum pasti juga!

Hidup ini memang tidak pernah memberi kepuasan mutlak. Tidak ada jaminan kepuasan meskipun kita sudah mencapai dan berada dalam tingkat tertentu seperti angan-angan kita.

Ketika belum beroleh apa yang kita idamkan, sepertinya kita akan merasa sudah cukup kalau nanti sudah memperoleh apa yang kita mau itu. Namun nyatanya tidak akan pernah seperti itu. Kehausan akan semakin datang lebih lagi. Kita menginginkan hal-hal dan sensasi baru lagi seperti yang kita pikirkan.

Jadi kepuasan itu dimana dan bagaimana cara memperolehnya?

Rasa puas sejati tercapai bila kita meyakini dimensi lain dalam hidup ini, itulah dimensi bersama Allah. Hanya dekat Allah kita dapat menikmati ketenangan sepenuhnya. Bersyukurlah bahwa Allah telah memilih kita. Dia senantiasa ingin agar kita menikmati hidup bersama-Nya. Hal ini yang akan sepenuhnya menjadi jaminan bahwa kita akan dapat damai menikmati hidup.

Oleh karena itu marilah kita arahkan hati tetap kepada Dia. Ingatlah bahwa Allah telah memilih kita, dan pilihan-Nya itu terhadap kita bukan karena kebaikan kita, tetapi justru karena Dia yang Maha Baik bermurah hati kepada kita… hanya Dialah gunung batu dan keselamatanku. Tuhan kota benteng teguh membiat kita tidak akan goyah. Kiranya kita tetap percaya kepada-Nya setiap waktu. Allah adalah tempat perlindungan kita.

Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita senantiasa. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Photo by Dolina Modlitwy on Unsplash

Comments

comments