Ketenteraman

Viewed : 288 views

Amsal 17:1
Lebih baik sekerat roti yang kering disertai dengan ketenteraman, dari pada makanan daging serumah disertai dengan perbantahan.

Pada umumnya, roti yang kering tentu tidaklah enak untuk dimakan. Serasa sulit menelannya. Di sisi lain daging yang dimasak dengan baik akan terasa nikmat. Terbit selera melihatnya.

Namun penulis Amsal membuat suatu perbandingan antara roti kering dengan daging; bahwa roti kering itu lebih baik daripada daging. Hal ini terjadi bila ada ketenteraman. Jauh dari pertengkaran.

Jadi kita diingatkan untuk ambil bagian dalam menciptakan suasana nyaman dan damai… jauh dari perselisihan. Terlebih hal ini ditujukan ke setiap kita orang-orang percaya, khususnya dalam keluarga.

Kedamaian tidaklah selalu disebabkan banyaknya apa yang kita punya meski itu penting. Namun bila ada keharmonisan dan ada usaha semua pihak untuk menjaga hubungan baik, maka terciptalah ketenteraman. Dalam kondisi ini roti kering pun mungkin serasa daging. Bila tidak, maka sebaliknya dagingpun terasa roti kering, bahkan tidak berasa dan hambar.

Mazmur 133:1-3
Nyanyian ziarah Daud. Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun!
Seperti minyak yang baik di atas kepala meleleh ke janggut, yang meleleh ke janggut Harun dan ke leher jubahnya.
Seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung-gunung Sion. Sebab ke sanalah TUHAN memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya.

Biarlah berkat dan damai sejahtera dari Tuhan Yesus menyertai kita. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahĂșn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Photo by RODNAE Productions

Comments

comments