Dalam Lembah Kekelaman

Viewed : 1,285 views

Mazmur 23:4
Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.

Ada banyak orang, bahkan kitapun ketika dalam pergumulan dalam pergumulan berat, kita sering berkeluh dan mengatakan:
• “Di mana Tuhan?”
• ”Mengapa Tuhan mengijinkan pencobaan ini datang?”
• ”Mengapa saya yang percaya kepada Tuhan justru mendapat kesulitan begini?”
• dan sebagainya…

Ada banyak pertanyaan di dalam benak kita mempertanyakan seolah-olah Tuhan tidak berpihak kepada kita. Seolah-olah Dia meninggalkan kita.

Hal tersebut mungkin suatu perasaan yang wajar dan normal. Akan tetapi kita diingatkan bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan kita, Tuhan tidak pernah melupakan kita.

Ibrani 13:5b
Karena Allah telah berfirman: “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.”

Kita tidak tahu maksud Tuhan dibalik penderitaan yang kita alami. Bagaikan Ayub yang tidak mengerti mengapa dia menderita dengan menjalani beruntun masalah besar.

Dalam ketidakmengertian kita dalam lika-liku hidup ini, maka yang perlu kita tahu dan yakini adalah bahwa kasih-Nya kekal tak berubah. Yang penting adalah tetap melakukan apa yang terbaik dan tetaplah percaya kepada Tuhan Yesus. DIA senantiasa memapah dan menuntun kita.

Ayat Mazmur di atas sungguh menguatkan kita… Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.
P u j i T u h a n !

Slamat beraktifitas.

Tuhah Yesus menyertai dan memberkati. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun –Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Photo by Vlada Karpovich

Comments

comments