Terperosok ke Dalam Lubang Dosa

Viewed : 603 views

Ibrani 13:6
Sebab itu dengan yakin kita dapat berkata: “Tuhan adalah Penolongku. Aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?

Alkisah…
Tanpa menyadari bahaya di sekitarnya, seorang anak terperosok masuk ke dalam jurang yang amat dalam dan gelap di sebuah hutan luas. Tidak mampu lagi dia keluar dari jurang itu meski sudah berupaya keras.

Dia coba segala cara, tetapi tetap saja tidak berhasil. Dia berteriak sekeras-kerasnya dengan harapan mudah-mudahan ada yang mendengar sehingga dapat menolongnya segera. Usaha inipun sia-sia juga.

Karena kelelahan, dia terduduk lemas dalam jurang itu. Perutnya sudah mulai keroncongan. Bernafaspun sulit. Dia diliputi perasaan takut, lelah, sepi, lapar serta rindu akan rumah dan keluarga. Semuanya bercampur aduk dalam dirinya.

Menangispun tiada artinya dan tak dapat menolong. Dengan pandangan kosong dia menatap sekelilingnya yang mulai semakin gelap pertanda sebentar lagi malam akan tiba.

Tiba-tiba dia merasakan ada seseorang jauh di atas sana yang tampaknya berada di sekitar jurang itu. Dengan sisa tenaga yang masih ada, dia berteriak lagi.

Untunglah suaranya dapat didengar dari atas dan segera mendapat pertolongan. Anak itu selamat keluar dari jurang yang menakutkan.

Seandainya kita adalah orang yang terperosok ke dalam jurang tersebut… setelah dapat keluar dari jurang itu, apakah reaksi kita? Pasti kita merasa lega dan tak terkatakan betapa senang serta bersyukur.

Apa respons kita terhadap orang yang telah menyelamatkan kita itu?

Tentunya kita masing-masing memiliki pendapat sendiri. Yang jelas kita haruslah berterima kasih dengan tulus dan rasanya ingin memberikan yang terbaik karena nyawa yang menurut kita paling mahal dalam hidup ini yang nyaris hilang, dapat tertolong.

Sesungguhnya, secara rohani, manusia telah terperosok ke dalam lobang yang amat dalam… lobang dosa. Manusia telah tertawan oleh iblis di daerah kekuasaannya. Tersiksa di situ. Tinggal menunggu saatnya untuk diperhadapkan dengan pengadilan di hadapan Takhta Suci Allah.

Akan tetapi kita telah dibebaskan Tuhan melalui pengorbanan Yesus. Kita telah diampuni karena darah Kristus tebusannya.

Bagaimana tanggapan kita atas pembebasan tersebut?

Semestinya dan sepatutnya kita bersukacita. Kita memuji Tuhan atas anugerah dan kasih karunia-Nya yang membuat kita selamat.

Mazmur 103:8-9
TUHAN adalah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia. Tidak selalu Ia menuntut, dan tidak untuk selama-lamanya Ia mendendam. Tidak dilakukan-Nya kepada kita setimpal dengan dosa kita, dan tidak dibalas-Nya kepada kita setimpal dengan kesalahan kita.

P u j i T u h a n !

Selamat beraktivitas.

Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita senantiasa. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Photo by Ian Chen on Unsplash

Comments

comments