Kita Menjadi Berkat dan Memberkati Orang Lain

Viewed : 938 views

Amsal 19:22
Sifat yang diinginkan pada seseorang ialah kesetiaannya; lebih baik orang miskin dari pada seorang pembohong.

Seorang yang sedang menonton TV merasa iba dan kasihan menyaksikan berita tentang banyak orang antri berdesakan berebut minyak goreng murah.

Mereka berharap dapat minyak goreng murah karena kesulitan ekonomi. Terasa berarti bagi mereka meski hanya dapat satu liter saja. Semoga mereka sehat dan baik-baik.

Beberapa saat setelah itu, muncul lagi berita lain tentang seorang yang berurusan dengan polisi karena melakukan kebohongan. Orang ini kaya raya, tetapi melalui tipu-tipu. Ada banyak korban dengan perbuatannya.

Menyaksikan orang yang melakukan penipuan tersebut, berbeda sikap yang menonton itu. Ada rasa marah dan gemas.

Tentu sebagai penonton tidak ada hak untuk menyalahkan, apalagi menghakimi… janganlah!
Namun ada perbedaan menyikapi dua berita itu. Yang satu menimbulkan rasa kasihan dan simpati, satu lagi mendatangkan rasa jengkel dan kemarahan.

Amsal 19:22 mengungkapkan suatu perbandingan dengan berkata bahwa lebih baik orang miskin dari pada seorang pembohong.

Orang tak punya mungkin tidak dapat menolong kita. Tidak masalah!
Akan tetapi para pembohong dapat mendatangkan kerugian, bahkan mencelakakan.
Coba kita bandingkan: lebih baik mana?

Karena itu, walau tidak dapat atau terbatas kemampuan kita menolong orang lain, tidak apa-apalah, tapi jagalah diri agar tidak membuat orang “tidak suka” dan “marah” karena ada yang tidak benar melalui ucapan dan tindakan kita.

Biarlah dalam segala keterbatasan kita, kita menjadi berkat dan memberkati orang lain. Untuk itulah kita ada. Dan biarlah kita tetap setia melakukannya.
S e m o g a !

Selamat beraktivitas.

Tuhan Yesus Kristus menyertai dan memberkati kita senantiasa. Amin.

Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahĂșn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Photo by John Cameron on Unsplash

Comments

comments