Penghargaan Kita Terhadap Kasih Karunia Allah

Viewed : 836 views

Kolose 1:23
Sebab itu kamu harus bertekun dalam iman, tetap teguh dan tidak bergoncang, dan jangan mau digeser dari pengharapan Injil, yang telah kamu dengar dan yang telah dikabarkan di seluruh alam di bawah langit, dan yang aku ini, Paulus, telah menjadi pelayannya.

Penghargaan kita terhadap sesuatu yang diperoleh dengan susah payah umumnya jauh lebih tinggi daripada sesuatu yang diperoleh dengan mudah, terlepas dari apakah sesuatu itu penting atau tidak bagi kita.

Itulah sebabnya emas lebih mahal daripada udara, karena memang emas lebih sulit untuk menemukannya. Udara dapat diperoleh secara gratis dan melimpah. Kita tinggal menghirupnya saja.

Orang tidak akan pernah tertarik mencuri udara dari rumah kita, tetapi emas yang kita simpan dapat hilang ketika kita lengah.

Bila ditanya pilih mana, udara 10 liter atau emas 10 liter?, maka pastilah kita akan memilih emas. Padahal kalau dipikir-pikir udara jauh lebih berguna dan lebih penting bagi manusia daripada emas. Bila udara tidak ada, kita tidak dapat hidup.

Coba saja tidak menarik nafas dalam 1 menit, pastilah tidak kuat. Kita akan mati lemas bila kita tidak menghirup udara selama kurun waktu relatif singkat. Akan tetapi bila kita tidak memiliki emas, kita dapat bertahan hidup.

Kita diselamatkan dengan gratis karena anugrah Allah melalui pengorbanan Yesus di kayu salib. Mungkin karena gratis itulah yang sering membuat kita lengah, kurang menghargai keselamatan, merasa hal itu biasa-biasa saja. Bahkan ada orang yang menjual keyakinannya. Ditukar dengan keyakinan lain karena alasan tertentu.

Dengan menerima anugerah keselamatan, berarti kita memiliki predikat yang amat tinggi yaitu kita menjadi anak-anak Allah. Tetapi sering kita tidak menyadari hal itu. Masih saja kita sering menggunakan tubuh kita untuk hal-hal yang tidak patut, memuaskan semua keinginan dan hasrat kedagingan.

Kita lebih suka melayani diri sendiri. Semestinya dengan predikat anak-anak Allah, kita tergerak untuk melakukan sesuatu kepada-Nya. Kita merasa bertanggung jawab daam menghadirkan kerajaan Allah di manapun kita berada.

Marilah kita belajar dan tekun melakukan sesuatu bagi Tuhan dalam hidup ini sebagai wujud penghargaan kita terhadap kasih karunia Allah.

Efesus 2:10
Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.

Selamat beraktivitas.

Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita senantiasa. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahĂșn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Photo by Gabriella Clare Marino on Unsplash

Comments

comments