Disiplin Rohani yang Harus Dijalani dan Ditaati

Viewed : 949 views

1 Timotius 4:8
Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang.

Hanya dengan ketaatan dan penyerahan totalitas kepada Allah yang membuat sifat manusia lama dapat berubah menjadi sifat manusia baru. Untuk itu harus sedia membayar harga dan rela dibentuk meski terkadang menyakitkan.

Ada keinginan kedagingan dan selera yang harus dibuang. Ada kebiasaan-kebiasaan baru yang baik yang harus dilakukan meski berat.

Ada disiplin rohani yang harus dijalani dan ditaati. Semua ini dirangkum dengan kata mempersembahkan tubuh sebagai ibadah sejati kepada Allah.

Beberapa bagian penting dari tubuh yang harus diperhatikan dan dikontrol adalah :
• Pikiran: apa yang senantiasa masuk dalam pikiran dan apa yang dipikirkan akan membentuk sifat dan kepribadian. Manusia cenderung menjadi seperti yang dia pikirkan

• Telinga dan mata: apa yang didengar dan apa yang dilihat akan masuk ke dalam pikiran melalui mata dan telinga. Sebab itu jagalah kekudusan mata dan telinga.

• Mulut/lidah: ucapan menggambarkan kepribadian, karena itu kendalikanlah lidah senantiasa. Berkata-katalah untuk membangun diri sendiri dan membangun orang lain.

• Tangan dan kaki: Aktifitas manusia untuk bergerak dan bekerja akan banyak menggunakan tangan dan kaki, kare-na itu pergunakanlah tangan dan kaki untuk berbuat sesuatu bagi kemuliaan Allah.

Mungkin rasanya berat untuk mewujudkan tubuh kita sebagai persembahan yang hidup kepada Allah, namun mulailah sekarang dan latihlah terus. Tuhan akan menyertai dan memberi kemampuan bagi kita untuk melakukannya.

Selamat Hari Minggu.
Selamat beribadah.

Tuhan Yesus menyertai dan memberkati senantiasa. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Photo by Priscilla Du Preez on Unsplash

Comments

comments