Memilih Untuk Taat dan Setia Kepada Allah

Viewed : 2,917 views

Mazmur 45:3-5
ikatlah pedangmu pada pinggang, hai pahlawan, dalam keagunganmu dan semarakmu!
Dalam semarakmu itu majulah demi kebenaran, perikemanusiaan dan keadilan! Biarlah tangan kananmu mengajarkan engkau perbuatan-perbuatan yang dahsyat!
Anak-anak panahmu tajam, menembus jantung musuh raja; bangsa-bangsa jatuh di bawah kakimu.

Seseorang disebut pahlawan bukanlah hanya karena dia lebih berani, tetapi karena berkomitmen untuk mau memberi diri dan memilih rela bertahan dalam segala bebannya yang berat demi orang lain.

Orang yang hebat dan disebut sukses bukanlah karena dia lebih pintar, tetapi lebih kepada pilihannnya untuk memelihara tekad yang besar dan berkemauan keras. Saat orang lain mundur, dia terus memilih untuk bertahan. Dia memilih untuk melakukan hari ini apa yang orang lain memilih mengerjakannya minggu depan.

Seorang pelari bermental juara selalu memilih membiasakan diri untuk tetap berlari dan berlatih serta bertahan hingga badannya terasa letih. Dia mampu menahan rasa sakit lebih lama; sementara orang lain yang bukan bermental juara akan memilih berhenti saja dan menyerah terhadap keadaan serta cenderung memanjakan dirinya.

Hidup adalah pilihan. Setiap saat kita diperhadapkan dengan pilihan. Kita bebas memilih apa saja, tetapi harus diingat bahwa kita tidak dapat menentukan konsekwensi dari pilihan tersebut.

Tidak mungkin kita menuai kebaikan jika kita memilih hal yang buruk.

Jika memilih apa yang baik, niscaya pada saatnya kita akan memperoleh berkat dan kasih sayang Allah.

Orang yang besar di dalam Tuhan adalah orang yang senantiasa menentukan pilihannya secara tepat untuk tetap setia dan taat kepada Allah mulai dari hal yang sederhana sampai perkara besar.

Ketika kita percaya kepada Kristus, maka kepada kita diberikan hak istimewa dengan status baru sebagai anak-anak Allah (2 Korintus 5:17). Tetapi pilihan-pilihan hidup kita selanjutnya dari waktu ke waktu di dalam Allah akan menentukan banyak hal terutama menyangkut perubahan perilaku dan karakter.

Pilihan kita akan menentukan apakah kita dapat dipakai Allah menggenapi rencana-Nya serta berpengaruh terhadap pertumbuhan iman.

Pilihan yang kita lakukan akan menentukan damai sejahtera di hati, bahkan menentukan berkat dan mahkota yang akan kita terima ketika Dia datang kelak dalam kemuliaan-Nya.

Itulah sebabnya mengapa pahlawan-pahlawan iman senantiasa memilih untuk taat dan setia kepada Allah.

Seorang pahlawan akan maju demi kebenaran, perikemanusiaan dan keadilan. Dia mengajarkan perbuatan-perbuatan yang baik dan dahsyat.

Dalam ucapannya di hadapan bangsa Israel, Yosua menantang mereka untuk menentukan sikap; siapa yang akan mereka pilih. Yosua menegaskan bahwa dia beserta seisi rumahnya memilih untuk taat dan beribadah kepada Allah (Yosua 24:15).

Siapa yang senantiasa memilih taat mengikut Yesus, tidak akan pernah menyesal meski penuh tantangan.

Sebaliknya barang siapa memilih tidak setia kepada Yesus akan menyesal di belakang hari.

Karena itu, tentukanlah pilihan!

Agar kita merasa damai dan tenang, marilah memilih untuk tetap setia mengikut Yesus.

Selamat beraktifitas

Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahĂșn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Photo by Henry Hustava on Unsplash

Comments

comments