Amsal 3:12
Karena TUHAN memberi ajaran kepada yang dikasihi-Nya, seperti seorang ayah kepada anak yang disayangi.
Sebagai seorang ayah, apakah kita mengasihi anak-anak kita?
Tentu kita dengan lugas menjawab, “Ya!”
Begitupun juga dengan seorang ibu, akan menjawab hal yang sama.
Sebagai seorang anak apakah ayah dan ibu mengasihi kita?
Jawaban kita apa?
Meski dengan datar dan perlahan, kita menjawab, “Saya rasa iya”
Sebagai seorang anak jawabannya agak pelan karena merasa banyak permintaan tidak / belum dipenuhi. Atau mungkin merasa ayahnya terlalu keras mendidik.
Sebagai seorang percaya tidak diragukan bahwa Allah Bapa sungguh mengasihi, mencintai dan menyayangi kita sepenuhnya. Hanya saja memang sering didikan-Nya tidak membuat kita merasa nyaman.
Ajaran dan teguran-Nya sering membuat kita seolah merasa pahit. Bagaikan obat, pahit memang, tapi menyembuhkan.
Sahabatโฆ
Mari kita sungguh meyakini bawa Tuhan sungguh mengasihi kita, bahkan kasih-Nya melebihi kasih kita sebagai orang tua terhadap anak kita, atau sebagai seorang anak melebihi kasih orang tua kita. Kasih sayang-Nya kekal, ajaib, dan kekal.
Bagaikan sungai yang tak pernah kering, kasih-Nya mengalir terus.
๐ผ๐ต๐ถ๐น๐ท๐บ๐ธ๐ช๐ป
Kasih-Nya seperti sungai
Kasih-Nya seperti sungai
Kasih-Nya seperti sungai di hatiku
Mengalir di waktu susah
Mengalir di waktu senang
Kasih-Nya seperti sungai di hatiku.
๐ผ๐ต๐ถ๐น๐ท๐บ๐ธ๐ช๐ป
Selamat beraktifitas
Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita senantiasa. Amin.
Salam dan doa,
Alamta Singarimbun- Bandung
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahรบn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |
Photo by Jeremy Bishop on Unsplash




