Semua Karena Kasih Sayang

Viewed : 2,872 views

Amsal 3:12
Karena TUHAN memberi ajaran kepada yang dikasihi-Nya, seperti seorang ayah kepada anak yang disayangi.

Seorang ayah akan mengajar dan mendidik anak-anaknya dengan penuh kasih sayang. Terlepas dari apakah anaknya suka, marah atau kesal karena mungkin pengajaran terasa keras, namun seorang ayah yang baik akan terus dan terus mendidik anaknya. Semua itu karena kasih sayang.

Allah adalah Bapa kita yang penuh kasih sayang. Dia senantiasa mau dan ingin mengajar serta mendidik kita melalui firman-Nya. Sebab itu cintai dan dengarkanlah firman-Nya baik-baik.

Juga Allah Bapa kita mendidik kita melalui setiap peristiwa dan kejadian yang diijinkan-Nya kita alami; baik pahit maupun manis, senang ataupun susah.

Bila kita meyakini betapa Dia mengasihi kita dengan begitu amat dalam, maka marilah kita terus belajar untuk bersikap terbuka kepada Dia dan terimalah didikan-Nya.

Walau tidak mudah untuk dilakukan, biarlah kita semakin menundukkan hati dan diri kepada Dia. Janganlah memberi respons negatif terhadap otoritasnya terhadap kita.

Meski terkadang nampak oleh mata jasmani betapa gelap dan kelam hidup ini, namun dalam dekapan kasih sayang-Nya selalu ada harapan. Selalu ada solusi hidup. Alah Bapa selalu beserta kita. Jangan takut!

Yang penting terimalah ajaran dan didikan-Nya dengan hati terbuka.

Bila didikan dan ajaran-Nya kita terima dan kita hidup di dalam jalan-Nya, kita pasti aman, nyaman, damai, bahagia, sentosa, tenang… sebutkan semua kata-kata positif!, itu semua akan terjadi dan digenapi dalam hidup kita.
Percayalah!

Selamat beraktifitas.

Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita senantiasa. Amin.

Salam dan doa di dalam kasih-Nya yang tak berkesudahan,
Alamta Singarimbun-Bandung.

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Photo by Caroline Hernandez on Unsplash

Comments

comments