Petani yang Bekerja Keras

Viewed : 2,181 views

2 Timotius 2:6
Seorang petani yang bekerja keras haruslah yang pertama menikmati hasil usahanya.

Apapun profesi dan pekerjaan kita, kita diingatkan untuk sungguh-sungguh bekerja. Rasul Paulus mengatakan bekerja keras.

Metafora atau gambaran kita sebagai anak Tuhan adalah sebagai petani.

Petani yang bekerja keras selalu menabur benih yang baik. Meski terkadang tanaman tidak tumbuh, petani akan menabur lagi. Cari benih yang lebih baik lagi.

Tanaman yang telah tumbuh dirawat dengan baik. Diberi pupuk yang sesuai. Dibersihkan dari rumput liar. Hama dibasmi. Petani yang baik seolah menyatu dengan tanamannya. Bila dia melihat tanaman orang lain yang lebih subur, dia juga ingin seperti itu. Dia usahakan untuk itu. Dia berdoa untuk itu.

Bila hasil tanamannya tidak kena harga, petani yang baik tidak akan pernah berhenti menanam, dia tabur lagi benih dengan berharap tumbuhannya lebih baik lagi dan lebih subur. Tentu dia berharap akan kena harga.

Dengan demikian pantas dan patutlah seperti rasul Paulus katakan bahwa petani yang bekerja keras akan menikmati hasil tanamannya.

Mari kita sambut hari ini… hari yang diberikan Tuhan untuk kita isi dengan karya terbaik dan bekerjalah dengan sungguh-sungguh.

Tetap semangat dan tetap bekerja sebaik-baiknya. Tetaplah berdoa dan serahkan kepada Allah untuk campur tangan sepenuhnya dalam seluruh profesi dan usaha kita.

Pengkhotbah 9:10
Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga, karena tak ada pekerjaan, pertimbangan, pengetahuan dan hikmat dalam dunia orang mati, ke mana engkau akan pergi.

Selamat beraktifitas.
Selamat bekerja keras.
Selamat berkarya.

Tuhan menolong dan memberkati hidup serta pekerjaan kita. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Photo by Ashraful Haque Akash on Unsplash

Comments

comments