Tuhan Yesus Sahabat Setia

Viewed : 3,604 views

Yehezkial 18:9
Hidup menurut ketetapan-Ku dan tetap mengikuti peraturan-Ku dengan berlaku setia—ialah orang benar, dan ia pasti hidup, demikianlah firman Tuhan ALLAH.

Ada kata bijak mengatakan:
“Manusia lemah adalah orang yang tidak mampu mencari teman, namun yang paling lemah adalah orang yang memiliki teman, tetapi menyia-nyiakannya”.

Persahabatan menjadi bagian penting dalam hidup. Sahabat adalah satu jiwa dalam tubuh yang berbeda. Bersahabat meringankan beban, karena dalam persahabatan sejati tidak ada perhitungan.

Sahabat sejati selalu memperhatikan dan selalu memberi semangat. Sahabat tidak menyakiti meski dia datang dengan teguran, sebaliknya yang bukan sahabat datang merusak meski dia datang berbahasa manis.

Dengan persahabatan, manusia dapat belajar menghindari hal-hal yang tidak disetujui dan dapat mencari apa yang disepakati. Dengan berbagi kesedihan bersama sahabat, maka kesedihan akan berkurang.

Dengan berbagi kegembiraan bersama sahabat, maka kegembiraan semakin terasa nikmat.

Apa yang dapat menghancurkan persahabatan?

Salah satu yang dapat menghancurkan persahabatan adalah kepura-puraan. Kepura-puraan sering tak terlihat, tetapi jika diuji dengan waktu, kepura-puraan dapat tersingkap.

Siapakah sahabat sejati?

Sahabat yang benar-benar sejati adalah Tuhan Yesus Kristus.

• Tuhan Yesus tidak pernah melukai, walau Dia datang menegur.
• Tuhan Yesus datang membawa keselamatan, walau Dia menghardik.
• Tuhan Yesus datang membawa kesembuhan, walau kata-kata-Nya tegas.
• Tuhan Yesus datang membawa penghiburan, walau kata-kata-Nya tajam dan keras.

Kita betah dan aman bersama Yesus karena Dialah harapan dan Teman Setia.

Dengan meyakini Yesus sebagai sahabat sejati, maka kita akan merasa betapa kayanya hidup ini.

Yesus tetap setia kepada kita karena Dia bersifat setia (2 Timotius 2:13). Kitalah yang sering berlaku tidak setia.

Ketika Yesus memasuki Yerusalem dengan keledai, orang banyak mengelu-elukan Dia. Dengan gegap gempita mereka berseru, “Hosana! Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, diberkatilah Kerajaan yang datang, Kerajaan bapak kita Daud, hosana di tempat yang maha tinggi!” (Markus 11:9-10).

Tetapi beberapa hari kemudian, orang yang sama dengan mulut yang sama berteriak, “Salibkan Dia!, salibkan Dia!” (Yohanes 19:6,15). Manusia menjadi tidak setia, tidak konsisten dan berpura-pura.

Hidup dalam kepura-puraan tidak nyaman dan tidak damai, apalagi berpura-pura mengikut Yesus. Karena itu terimalah Yesus dengan tulus dan tetaplah setia. Bukalah hati dan sambutlah Yesus dalam hati dan tetap konsisten hidup dalam firman-Nya.

Selamat beraktifitas.

Tuhan Yesus Sahabat Setia menyertai dan memberkati kita senantiasa. Amin

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Photo by Grant Whitty on Unsplash

Comments

comments