Pasang Surut Iman

Viewed : 1,116 views

1 Raja-raja 19:3-4
Maka takutlah ia, lalu bangkit dan pergi menyelamatkan nyawanya; dan setelah sampai ke Bersyeba, yang termasuk wilayah Yehuda, ia meninggalkan bujangnya di sana.
Tetapi ia sendiri masuk ke padang gurun sehari perjalanan jauhnya, lalu duduk di bawah sebuah pohon arar. Kemudian ia ingin mati, katanya: “Cukuplah itu! Sekarang, ya TUHAN, ambillah nyawaku, sebab aku ini tidak lebih baik dari pada nenek moyangku.”

Nabi Elia yang baru saja melihat keajaiban dan kebesaran Allah, ketika dia mempersembahan korban kepada Tuhan, tiba-tiba dia begitu takut dan cemas menghadapi ancaman Izebel. Elia berusaha menyelamatkan nyawanya.

Elia, seorang nabi, dapat gelisah dan gentar, padahal baru saja dia mengalami betapa ajaibnya kuasa Allah.

Begitulah kita juga sering; di suatu saat kita begitu yakinnya akan pertolongan Tuhan, dan tak lama kemudian suasana dapat berubah. Terjadi pasang surut keyakinan kita akan kuasa Allah.

Apa yang salah dengan Elia?
Apa yang salah dengan kita?

Tidak ada yang salah, dan tidak ada yang perlu dipermasalahkan. Begitulah memang kemanusiaan kita. Hal ini mengingatkan kita untuk tetap berpegang teguh kepada Allah.

Ya Tuhan…
Betapa sering terjadi pasang surut dengan imanku. Mataku yang telah melihat keajaiban-Mu, sering tak bertahan lama, dapat berubah sekejab oleh suasana sekitarku.
Oleh sebab itu, tolonglah aku yang tak berdaya ini untuk terus dikuatkan. Sungguh aku butuh Engkau. Aku tidak sekedar butuh pertolongan-Mu, tapi sungguh aku butuh diri-Mu ya Tuhan tempatku bersandar. Bersegeralah menolongku ya Tuhan.
Amin.

Mazmur 32:7
Engkaulah persembunyian bagiku, terhadap kesesakan Engkau menjaga aku, Engkau mengelilingi aku, sehingga aku luput dan bersorak.

Selamat Hari Minggu.
Selamat beribadah.

Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita.
Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Photo by Nik Shuliahin on Unsplash

Comments

comments