Otoritas Allah

Viewed : 1,115 views

Mazmur 20:5-8
Kami mau bersorak-sorai tentang kemenanganmu dan mengangkat panji-panji demi nama Allah kita; kiranya TUHAN memenuhi segala permintaanmu. Sekarang aku tahu, bahwa TUHAN memberi kemenangan kepada orang yang diurapi-Nya dan menjawabnya dari sorga-Nya yang kudus dengan kemenangan yang gilang-gemilang oleh tangan kanan-Nya. Orang ini memegahkan kereta dan orang itu memegahkan kuda, tetapi kita bermegah dalam nama TUHAN, Allah kita. Mereka rebah dan jatuh, tetapi kita bangun berdiri dan tetap tegak.

Hidup yang dijalani sering membawa tekanan bagi orang-orang yang tidak memahami atau salah pemahamannya tentang OTORITAS ALLAH.

Bagi orang yang tidak mengenal Allah dengan benar, di saat-saat mengalami tekanan hidup yang berat, mereka dapat mengutuki kehidupannya dan protes kepada Allah.

Mungkin terbersit dan terlontar dalam hati dan ucapannya, “Mengapa semua jadi begini?”. Dia protes kepada Allah… merasa Allah tidak adil. Dia seolah membawa Allah ke ruang pengadilan dan menempatkan Allah di “kursi terdakwa”.

Mereka menuduh, menumpahkan dan mengalamatkan semua kesalahan kepada Allah. Ada yang sampai mencoba mencari allah lain menurut pikiran mereka, yang masuk akal mereka.

Atau ada yang sampai curiga dan mengambil kesimpulan, “Jangan-jangan Allah tidak ada”. Bahkan di tengah-tengah putus asa yang mendalam ada orang bertindak ekstrim mengutuki hidupnya.

Benar seperti apa yang Firman Tuhan katakan, “Adakah tanah liat berkata kepada pembentuknya: “Apakah yang kaubuat?” atau yang telah dibuatnya: “Engkau tidak punya tangan!” (Yesaya 45:9).

Apabila pengenalan akan Allah tidak benar atau tidak pas, maka selalu ada kemungkinan untuk menyalahkan Allah… protes kepada Allah… kecewa kepada Allah… Allah tidak sempurna… Allah tidak adil… dan sebagainya.

Hidup terasa membosankan dan tidak dapat dinikmati, dan akan bertanya-tanya, “Untuk apa aku hidup?” Akibatnya tidak mampu bersyukur.

Namun bila kita mengenal Allah dengan benar, maka kita akan dibawa kepada suatu pemahaman dan keyakinan bahwa sesungguhnya Allah adalah Allah yang bijaksana.

Dengan OTORITAS-Nya, Allah akan selalu membawa kita kepada kebaikan demi kebaikan, bahkan membawa kita kepada kemuliaan yang tak terpikirkan oleh kita sebelumnya.

Allah dengan segala jalan-jalan-Nya adalah sempurna adanya. Pemahaman seperti ini akan membawa kita menundukkan diri sepenuhnya dan kita dianugerahkan semangat untuk menyembah Allah dengan hati dan sikap sempurna.

Dari hati kita akan terbit dan terus-menerus mengalir puji-pujian mengagungkan Allah. Itulah suasana dan atmosfir Surga yang penuh dengan nyanyian baru penuh pujian yang dikumandangkan oleh orang-orang yang telah ditebus Tuhan (Wahyu 14:3).

Sejak sekarang, suasana Surga seperti itu dapat dihadirkan oleh kita yang telah ditebus oleh Allah di dalam Yesus Kristus. Suasana seperti ini akan membuat kita secara spontan bersyukur kepada Allah dan mengalirlah sukacita.

Kita akan merasakan suasana hidup yang tenang dan damai meski kita berada di tengah badai sekalipun. Semua ini akan dapat kita nikmati bila kita sudah berada di dalam lingkaran Tuhan, bila kita “BERSAMA” dengan Yesus Kritus Kekasih jiwa kita yang abadi.

Tuhan Yesus memberkati dan menyertai kita. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Photo by Tomáš Nožina on Unsplash

Comments

comments