Siapa Bertelinga, Hendaklah Ia Mendengarkan

Viewed : 2,303 views

Wahyu 3:22
Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat.”

Pesan firman Tuhan kepada jemaat Laodikia di atas adalah sama dengan pesan kepada jemaat lain di:
• Efesus,
• Smirna,
• Pergamus,
• Tiatira,
• Sardis, dan
• Filafelfia.

Ketujuh jemaat ini disuruh mendengarkan (dan tentu saja melakukan) apa yang dikatakan Roh.

Ketujuh gereja tersebut memiliki situasi dan pergumulan serta tantangan yang berbeda-beda. Ada yang berkenan dan ada yang tidak berkenan di hati Tuhan.

Jemaat yang melakukan apa yang berkenan di hati Tuhan, disuruh untuk terus melakukannya.

Jemaat yang melakukan apa yang tidak berkenan di hati Tuhan diingatkan untuk bertobat.

Dikatakan dengan kata yang sama kepada ketujuh jemaat ini yaitu: siapa bertelinga.
(Wahyu 2:7, 11, 17, dan 29; Wahyu 3:6, 13, dan 22)

Kita secara pribadi adalah juga bagian dari jemaat Tuhan. Kita juga beragam dalam situasi dan pergumulan serta tantangan hidup.

Karena itu seruan dan pesan yang sama, juga diingatkan terus-menerus bagi kita untuk berubah dan diteguhkan untuk berbuah. Kita disuruh untuk membuka telinga fisik dan telinga hati kita seluas-luasnya untuk mendengarkan suara Tuhan… suara Roh.

Biarlah Tuhan Yesus menolong kita untuk mampu mendengar dan mampu melakukan apa yang dikatakan-Nya.

“Tuhan Yesus, kubuka telingaku untuk mendengar firman-Mu, dan mampukanlah aku melakukan pesan-Mu. Amin”

Selamat beraktifitas.

Tuhan memberkati kita. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Photo by iyinoluwa John Onaeko on Unsplash

Comments

comments