Roma 14:19
Sebab itu marilah kita mengejar apa yang mendatangkan damai sejahtera dan yang berguna untuk saling membangun.
Kisah seorang sahabat hidup sukses. Dia bekerja dalam suatu perusahaan besar. Karena bekerja keras, dalam waktu relatif singkat dia berhasil menduduki posisi yang strategis. Jabatan seperti itu memang menjadi dambaannya sejak dahulu dan tentu ini merupakan hal yang baik dan positif.
Namun ada sesuatu yang hilang dalam kehidupannya. Karena selalu bekerja keras dan baginya hidup sama dengan bekerja saja, maka dia mulai menjauh dari orang lain.
Persahabatan yang pernah dia rajut sudah terlupakan dan tak berbekas lagi. Dari hari ke hari dia sibuk memikirkan evaluasi dan target perusahaan. Dia menjadi seperti pohon yang berdiri sendiri dan menjulang tinggi di antara belukar.
Karena selalu memasang target tinggi dalam perusahaan, hal itu terbawa ke dalam caranya menilai orang-orang yang ada di sekitarnya. Pencapaian target baginya melebihi nilai persahabatan. Kesalahan yang kecilpun yang sebenarnya dapat ditoleransi menjadi masalah yang besar. Dia tidak bisa menerima orang yang melakukan kesalahan dan cenderung menilai orang secara lahiriah yang nampak dari luar.
Bagi kita yang sudah diselamatkan Allah dengan anugerah, periksalah hidup kita masing-masing! Apakah keadaan dan posisi baik yang diterima sebagai berkat dari Tuhan malah membuat kita tidak peduli dan jauh dari orang lain?
Jangan kacaukan posisi dan keberadaan kita dengan nilai kehidupan yang sebenarnya. Salah satu nilai kehidupan yang sangat mendasar sebagai anak-anak Allah adalah persahabatan. Persahabatan semestinya menjadi bagian penting dari hidup kita.
Dengan memiliki sahabat, akan terasa betapa kayanya hidup kita. Sahabat adalah satu jiwa dalam tubuh yang berbeda. Dengan berbagi beban hidup kepada seorang sahabat akan mengurangi kesedihan dan meringankan beban kita.
Dengan berbagi kebahagiaan kepada sahabat akan memperkokoh kebahagiaan kita.
Dalam persahabatan sejati tidak ada perhitungan.
Dalam persahabatan kita belajar untuk mampu saling menerima.
Marilah mewujudkan apa yang dikatakan rasul Pulus, ”Sebab itu marilah kita mengejar apa yang mendatangkan damai sejahtera dan yang berguna untuk saling membangun.”
Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita. Amin.
Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-bandung
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |
Photo by Icons8 Team on Unsplash




