Mazmur 126:5-6
Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai. Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya.
Seorang pemimpin dengan beberapa anak buahnya melewati sebuah lembah dalam keadaan gelap gulita. Sang pemimpin menyuruh agar masing-masing anak buahnya mengambil sebanyak-banyaknya batu-batu yang ada di lembah gelap tersebut dan membawanya.
Beragam-ragam tanggapan para anak buah menanggapi apa yang disuruh pemimpinnya…
• Ada yang taat; dengan semangat membawa batu yang besar di pundaknya sesuai dengan kemampuan yang ada.
• Ada yang membawa batu kecil saja; cukup segenggam saja di tangan.
• Ada yang acuh tak acuh mengambil lebih kecil lagi dan menaruhnya di dalam kantong bajunya.
• Ada yang masa bodo; tidak membawa sama sekali. Dia menertawakan kawan-kawannya yang membawa batu banyak, dan menganggap pemimpinnya mengada-ada kurang kerjaan.
Mereka terus menelusuri lembah gelap itu. Akhirnya sampailah mereka di tempat yang terang. Di tempat terang terlihatlah bahwa semua batu-batu yang dibawa adalah permata yang indah dan megagumkan.
Sang pemimpin berkata bahwa apa yang dibawa anak buahnya menjadi milik masing-masing, tidak boleh saling memberi dan saling meminta.
Bersukacitalah yang membawa banyak batu permata.
Sedikit berbahagialah yang membawa sedikit.
Menyesallah para anak buah yang tidak membawa sama sekali.
Tuhan Yesus sebagai Pemimpin menyuruh kita berbuat sesuatu di dunia ini. Pastilah tidak sama respons kita terhadap apa yang Dia suruh. Ada berbagai tanggapan kita terhadap perintah-Nya itu;
• Ada yang taat dan bersungguh-sungguh.
• Ada yang setengah-setengah dan sekedarnya saja.
• Ada yang tidak mau sama sekali merespons.
Memang kita belum tahu apa yang kita terima dari Dia kelak dalam Kerajaan-Nya, dan memang tak usahlah kita pikirkan hal itu. Biarlah Allah Yang Maha Adil yang akan memberi kepada kita sesuai dengan kebesaran-Nya. Namun yang penting marilah kita melakukan apa yang dipesankan-Nya.
Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita senantiasa. Amin.
Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |
Photo by Casey Horner on Unsplash




