Yohanes 15:14-15
Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu. Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku.
Kita membutuhkan sahabat dan orangpun pasti membutuhkan kita sebagai sahabat mereka.
Bagi kita ada SAHABAT SEJATI yang sangat istimewa yaitu Yesus Kristus. DIA menyapa murid-murid-Nya sebagai sahabat.
Alangkah berbahagia dan berharganya kita di hadapan Kristus, karena siapakah kita ini sehingga dilayakkan menjadi sahabat Yesus?
Sebagai sahabat-Nya, ada sesuatu yang diminta Yesus yaitu melakukan perintah-Nya. Salah satu keinginan-Nya adalah agar semua orang yang telah percaya kepada-Nya menjadi satu dan diikat dalam satu hubungan yang kuat di dalam Dia… menjadi bersaudara dan bersahabat di dalam DIA.
Persahabatan tersebut bertujuan agar kita saling menguatkan dan saling meneguhkan.
Dalam doa-Nya, Yesus tidak hanya berdoa bagi murid-murid-Nya yang dididik langsung oleh-Nya semasa hidup-Nya di dunia, namun juga Yesus pernah berdoa buat segenap orang percaya.
Yohanes 17:20-21
Dan bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang, yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka; supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.
Doa ini dimaksudkan agar kita menjadi satu dan menjadi erat.
Karena itu, mari kita melakukan bagian kita untuk memenuhi dan menggenapi doa Yesus dengan cara menciptakan dan memelihara kesehatian, persatuan dan kasih persaudaraan di antara kita anak-anak-Nya.
Tuhan menyertai dan memberkati kita. Amin.
Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |
Photo by Melissa Askew on Unsplash




