Mazmur 46:7
TUHAN semesta alam menyertai kita, kota benteng kita ialah Allah Yakub.
Mazmur 62:2
Hanya Dialah gunung batuku dan keselamatanku, kota bentengku, aku tidak akan goyah.
Batu karang tetap tenang sekalipun diterpa oleh gelombang laut. Batu karang tetap teguh meskipun diterjang oleh badai.
Konon kabarnya, dari sifat gunung batu inilah seorang anak muda menemukan inspirasi jurus-jurus ampuh ilmu bela diri… bahwa di dalam ketenangan tersimpan potensi yang besar.
Yang menjadi masalah… bagaimana memperoleh hati yang tenang?, sementara di sekeliling kita suasana penuh kecemasan dan kabar-kabar putus asa.
Kita setiap hari disuguhi oleh berita-berita menyeramkan. Belum selesai mencerna dan memahami kabar kurang menenteramkan yang satu, sudah muncul lagi yang lain. Rasanya otak kita dipenuhi oleh ketakutan jadinya. Sampai-sampai ada seorang teman bercerita, bahwa dia memutuskan keluar dari grup WAnya yang banyak anggotanya suka mengirim informasi membuat kepala pusing.
Bagi anak-anak Tuhan, ketenangan sejati ada pada keyakinan yang teguh akan kedekatan dengan Allah. Roh Kudus ada dalam hati kita!
Suasana apapun yang terjadi dalam hidup kita, pada akhirnya ketenangan hati akan menenteramkan kalau kita sadar bahwa Allah begitu dekatnya dengan kita.
Jadilah bijak!
Perbanyaklah membaca dan merenungkan firman Tuhan dibandingkan dengan membaca berita-berita serta informasi yang didapatkan dari luar (terlebih kabar hoax)…
Perdalamlah terus hubungan kita dengan Dia… sebab ketenangan yang bersumber dari Allah menjadi jurus ampuh pertahanan dan bela diri kita.
Sungguh… hanya Allah gunung batuku dan keselamatanku, kota bentengku, aku tidak akan goyah.
Tuhan memberkati dan membentengi hidup kita senantiasa. Amin.
Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |




