Lidah Seorang Murid

Viewed : 1,990 views

Yesaya 50:4
Tuhan ALLAH telah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataan aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu. Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid.

Salah satu penyebab mengapa kita dapat berbicara sesuai dengan bahasa yang kita pahami adalah karena kita memiliki lidah.

Dengan mempergunakan lidah, ada berapa gerangan jumlah kata yang kita ucapkan setiap hari?
Tentu berbeda bagi setiap orang. Kalau ada yang mau mencoba menghitungnya, dipersilahkan saja. Nanti hasilnya diinformasikan ke kita.

Tentu tidaklah penting berapa banyak jumlah kata-kata kita yang keluar setiap hari. Yang penting apa isi dan bagaimana kualitas dari setiap rangkaian kata-kata kita.

Di masa pandemi ini, mungkin tidak terlalu banyak kata-kata kita keluar dengan menggunakan lidah. Mungkin kata-kata kita lebih banyak tertuang lewat HP dengan sentuhan jari kita. Namun pertanyaannya tetap sama; apa isi dari setiap rangkaian kata yang terjadi dengan ketukan jari-jari kita?

Nabi Yesaya mengatakan bahwa lidahnya diberikan Tuhan sebagai lidah seorang murid, supaya dengan perkataannya, dia dapat memberi semangat baru kepada orang lain, terlebih kepada orang yang sedang letih lesu.

Saat ini banyak orang yang sedang letih lesu oleh berbagai tekanan dan persoalan hidup. Oleh karena itu, apakah lidah kita sebagai lidah seorang murid Tuhan untuk memberi semangat bagi mereka yang sedang susah hatinya?

Rahasia Nabi Yesaya agar dimampukan memberi kekuatan adalah karena setiap pagi Tuhan mempertajam pendengarannya. Nabi Yesaya siap dan mau mendengar sebab dia memperlakukan dirinya sebagai seorang murid untuk belajar… bukan sebagai seorang guru untuk menggurui.

Sahabat…
Marilah kita menjadi seorang murid Kristus!
Marilah kita menjadi seorang pembelajar!, sehingga kita dapat menggunakan lidah kita untuk berkata, serta menggunakan jari kita untuk menulis, untuk memberi kekuatan dan semangat hidup bagi semua orang yang bersentuhan dengan kita, baik langsung maupun secara virtual.

Kiranya Tuhan SUMBER segala hikmat memberi kekuatan dan semangat bagi kita untuk menguatkan dan menyemangati sesama kita. Amin.

Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Image by Pexels from Pixabay

Comments

comments