Tutuplah Pintumu

Viewed : 2,547 views

Yesaya 26:20-21
Mari bangsaku, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintumu sesudah engkau masuk, bersembunyilah barang sesaat lamanya, sampai amarah itu berlalu.
Sebab sesungguhnya, TUHAN mau keluar dari tempat-Nya untuk menghukum penduduk bumi karena kesalahannya, dan bumi tidak lagi menyembunyikan darah yang tertumpah di atasnya, tidak lagi menutupi orang-orang yang mati terbunuh di sana.

Nabi Yesaya mengajak bangsanya masuk ke dalam kamar untuk bersembunyi barang sesaat (sebentar) agar terluput dari amarah. Dikatakan bahwa Tuhan mau menghukum orang yang melakukan kesalahan.

Rasanya ayat di atas merupakan gambaran bagi kita saat ini, dimana kita harus bersembunyi…di rumah saja. Kita disuruh untuk berlindung berdiam diri di rumah masing-masing. Hal ini disebabkan ada “amarah”… ada ancaman wabah merajalela. Kita haruslah patuhi ini.

Mungkin kita bertanya, apakah ini akibat Tuhan marah karena kita bersalah?
Apa gerangan kesalahan kita?

Sungguh sulit menjawab pertanyaan ini? Wabah yang sedang terjadi tidak pandang bulu.

Wabah ini dapat menyerang orang percaya dan orang yang tidak percaya kepada Tuhan.

Wabah ini dapat menginfeksi orang yang baik hati maupun orang jahat.

Wabah ini dapat mengenai pria, wanita, orang kaya, orang miskin, orang cerdas, orang kurang cerdas, pejabat, rakyat biasa… semua orang.

Banyak orang menghubungkan dan mengaitkan wabah ini dengan amarah Tuhan karena dosa kita. Ada yang setuju, ada pula yang tidak setuju.

Untuk itu, kita tidak usah dan tak perlu berdebat panjang. Lebih baik kita melihat diri kita masing-masing. Kita sendirilah yang dapat merasa-rasakan dan menyadari kesalahan kita. Mintalah Tuhan menyinari hati kita untuk menyadari apakah kita dalam posisi bersalah atau tidak.

Keyakinan kita adalah bahwa dosa-dosa kita sudah diampuni dengan percaya dan menerima Kristus. Utang dosa kita sudah ditanggung dan telah lunas dibayar Kristus dengan kematian-Nya.

Jika kita merasa masih ada kesalahan dan dosa yang tersembunyi, akuilah itu di hadapan Tuhan, mintalah pengampunan-Nya. Bertobatlah!

Bila ada yang belum percaya kepada Kristus, bukalah hati, akuilah dosa-dosa, terimalah Dia sebagai Juruselamat. Bertumbuhlah dan kuatlah dalam iman dalam Yesus Kristus.

Jadi mari kita bersama menjaga diri baik-baik dari wabah ini dengan melakukan pola hidup sehat.

Kita sungguh percaya kepada perlindungan Tuhan, tapi juga pakailah logika kita!, sebab logika dan nalar kita juga adalah pemberian Tuhan untuk dipakai berjaga-jaga melindungi diri.

Jangan cobai Tuhan! dengan sikap dan tindakan gegabah.
Mari kita berdoa seturut Doa Bapa kami dalam Matius 6:13, “Dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. [Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.]”

Jangan memberi penjelasan menyimpang atau penjelasan yang kita sendiri belum tahu kebenarannya, apalagi berkaitan dengan wabah ini dalam hubungannya dengan kebenaran firman Allah.

Tegasnya, apa yang dikatakan oleh para ahli medis, dan apa yang disuruh oleh pemerintah kita… ikutilah!

Dengan mengikuti itu semua bukan berarti kita tidak beriman. Kita tetap percaya kepada janji-janji Allah akan perlindungan-Nya. Malah dengan mengikuti itu semua menunjukkan kepatuhan kita dan taat azas. Ini baik!

Marilah kita berdoa dan berharap agar Allah melindungi dan menjaga kita, serta kitapun masing-masing bertanggung jawab atas diri kita dengan tindakan perlindungan diri sebaik-baiknya.

Mari kita mengikuti kata-kata yang tak asing lagi saat ini:
DI RUMAH SAJA!…
WFH: Work From Home!

Di rumah kita bisa akrab dengan keluarga. Bersama keluarga kita dapat merasakan dan menikmati kasih sayang Tuhan.
Bagi yang jauh dengan keluarga, dapat berkomunikasi dengan canggihnya teknologi saat ini. Dapat bersekutu jarak jauh, tapi dekat dalam hati.

Di rumahpun kita tetap dapat beraktifitas, tetap berkarya dan produktif sejauh kita bisa.
Semoga!

Tuhan memberkati, menyertai dan melindungi kita. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Image by Schluesseldienst from Pixabay

Comments

comments