Dalam Ketersendirian Kitapun Dia Hadir

Viewed : 755 views

Matius 18:20
Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.

Puji Tuhan, setelah beberapa hari kurang sehat, akhirnya Dia beri kesembuhan.
Terpujilah Dia.

Tidak disangka-sangka, bahwa virus corona yang ditakuti akhir-akhir ini, telah merubah pola hidup kita dalam banyak hal;
• Ibadah yang selama ini dipusatkan di gedung, dianjurkan dilakukan di rumah, atau online.
• Sekolah diliburkan, dan anak sekolah disuruh belajar di rumah, atau online.
• Sapaan juga berubah dengan menghindari salam atau sentuhan fisik lainnya.
• Beberapa bentuk komoditi yang selama ini mudah didapat dengan harga relatif murah, sekarang jadi langka dan mahal.
• Dan sebagainya.

Khususnya dalam hal ibadah, selama ini kita merasa aman dan nyaman berlangsung dalam gedung, sekarang bergeser ke rumah.

Hal ini mengingatkan kita bahwa ibadah bukanlah berupa kegiatan ritual biasa, tetapi lebih kepada hubungan pribadi kita dengan Allah.

Mungkin juga kita selama ini merasa cukup jika sudah memiliki gedung besar sebagai tempat pertemuan ibadah. Namun dengan maraknya virus ini, dimana kita dianjurkan menjauhi keramaian, termasuk dalam hal ibadah, maka kita diingatkan bahwa persekutuan pribadi kita dengan Kristus adalah yang utama.

Tentulah kita butuh gedung, tetapi asset utama kita adalah tetap manusia. Orang yang sungguh percaya tanpa fasilitas yang memadai, bisa dipakai Allah luar biasa. Namun gedung mewah sekalipun tanpa asset manusia yang bertumbuh mengenal Kristus didalamnya… akan sia-sia.

Kita sungguh berdoa dan berharap agar keadaan kita menjadi lebih baik, dan sebaran virus corona ini segera berhenti. Akan tetapi kita harus memetik pelajaran berharga dari pengalaman ini dalam konteks ibadah kita, agar tidak melenceng dengan apa yang Allah kehendaki.

Biarlah kita kembali diteguhkan dan dikuatkan mulai dari persekutuan pribadi dan keluarga. Sesungguhnya inilah kekuatan utama kita. Mungkin selama ini terlupakan karena obsesi kita adalah selalu yang besar-besar, selalu gedung megah, selalu jumlah kehadiran orang yang banyak, dan selalu berupa yang megah secara fisik.

Yesus berkata bahwa Dia ada di tengah-tengah kumpulan kecil… dua atau tiga orang… bahkan di dalam ketersendirian kitapun Dia hadir. Ini jaminan kepuasan kita dalam berelasi dan berhubungan dengan Kristus.

Selamat beraktifitas.
Selamat melayani.

Tuhan beserta kita. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Comments

comments