Yohanes 1:12
Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya.
Mari kita sejenak menyimak kembali apa yang dituliskan dalam Injil Yohanes… bahwa kita yang percaya dan menerima Yesus… kita adalah anak-anak Allah.
Berbagai jenis status dan predikat kita di dunia ini. Status dalam masyarakat luas, dalam adat istiadat, dalam profesi, dan sebagainya.
Bersyukurlah bila kita memiliki status dan predikat tinggi di masyarakat sebagai hasil kerja keras kita. Pergunakanlah itu untuk maksud dan tujuan yang mulia. Tetaplah rendah hati. Itu semua adalah kasih karunia Allah.
Akan tetapi bila kita merasa status kita tidak setinggi orang lain… tidak apa-apa juga. Kita memiliki status lain yang bernilai kekal… status kita adalah anak-anak Allah. Ini adalah status yang amat sangat tinggi. Abadi ! !
Dengan menyadari dan meyakini status kita sebagai anak Allah… maka marilah kita mensyukurinya. Kita memuji Allah Bapa yang memberikan itu kepada kita.
Di sisi lain yang amat penting adalah: marilah kita hidup sesuai dan berpadanan dengan status kita yang amat sangat tinggi itu. Biarlah apa yang Tuhan ajarkan menjadi nampak dalam keseharian kita. Ini semua dimaksudkan agar Kemuliaan Kristus menjadi nyata dalam diri kita.
S e m o g a ! ! !
Selamat berlibur.
Selamat beraktifitas.
Selamat melayani.
Bagi beberapa sahabat dan anak-anakku di kampus ITB yang kemaren dan hari ini diwisuda:
“SELAMAT WISUDA ! !”
Tuhan menyertai dan memberkati kita senantiasa. Amin.
Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |
Image by Виктория Бородинова from Pixabay




