Tanah yang Baik

Viewed : 1,495 views

RENUNGAN
Matius 13:23
Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat.”

Setelah mengupas pepaya, bijinya ditebarkan di belakang rumah. Setelah beberapa waktu kemudian tumbuh beberapa dari biji yang ditabur itu. Tidak semua biji yang ditabur itu tumbuh.

Walau diperlakukan sama, namun yang tumbuhpun berbeda-beda perkembangannya. Ada yang cepat, ada yang lambat dan ada yang begitu saja terus dan lama-lama mati. Dari pengalaman kecil ini makin dimengerti dan semakin diresapi makna dari perumpamaan Yesus.

Ada beragam sikap dan respons manusia dalam mendengar firman Tuhan. Ada yang berlalu begitu saja tanpa berbekas. Ada yang semangat di awal, tapi tidak bertahan lama. Ada yang bertumbuh baik hingga akhirnya berbuah sesuai harapan yang MENANAMNYA yaitu Tuhan.

Bagaimana dengan kita? Apakah firman Tuhan yang kita dengar… yang kita baca… yang kita pelajari bertumbuh dalam diri kita?

Biarlah hati kita menjadi tanah yang subur untuk tempat bertumbuhnya bibit firman Allah. Walau kita merasa pertumbuhan kita tidak cepat, tidak apa-apa. Bersababarlah. Yang penting mari kita memastikan untuk bertumbuh bersama-sama semakin mengenal Dia.

Biarlah setiap hari langkah demi langkah kita terus dipimpin Allah oleh firman-Nya. Yakinlah bahwa tanpa terasa, hidup kita akan berbuah… buah yang ranum dan manis sesuai harapan Tuhan.

Selamat beraktifitas…
Selamat melayani…

Tuhan menyertai dan memberkati kita. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahĂșn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Comments

comments