Perintah Untuk Menguatkan & Meneguhkan Hati

Viewed : 13 views

Yosua 1:9
Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke manapun engkau pergi.

Dalam sebuah tulisan kecil dijelaskan mengapa skor atau angka nol dalam pertandingan badminton atau tennis sering disebut love. Penggunaan kata tersebut memiliki kisah yang agak unik.

Dahulu saat permainan tennis berkembang di Perancis, skor pertandingan dicatat pada sebuah papan. Para penonton dari jauh melihat angka 0 di papan tersebut seperti telur. Lantas sesama penonton menyebutnya “l’oeuf” (dibaca: lof). Permainan tersebut ternyata sangat digemari dan merambat ke negara-negara lain di sekitar Perancis.

Ketika permainan tersebut menyeberang ke Inggris, istilah “l’oeuf” juga terbawa ke sana. Hanya saja orang Inggris mengejanya dengan “love”. Begitulah asal-usulnya hingga saat ini sebutan “love”  masih tetap dipakai.

Kalau istilah “love” masih terbawa sampai sekarang dalam pertandingan badminton maupun tennis, apakah “love of God” tetap terbawa dan berada dalam pikiran dan hati kita?

Firman Tuhan mengingatkan agar kita mengandalkan TUHAN. Firman-Nya mengatakan “diberkatilah” setiap orang yang berharap kepada Tuhan. Kita telah diangkat Tuhan menjadi anak-Nya, karena itu Tuhan yang akan tetap memelihara kita.

Apabila hikmat dunia ini yang diandalkan, maka sering tidak ada kepastian. Keberuntungan dan kemalangan akan terus bergulir silih berganti karena begitulah proses hidup sepanjang waktu.

Iman kita di dalam Yesus Kristus berkata lain. Di dalam Tuhan ada jaminan pemeliharaan, ada harapan, ada damai sejahtera serta sukacita.

Karena itu sebagaimana “love” tetap terbawa dalam badminton dan tennis, maka  pesan hari ini: bawalah “love of God” ke manapun kita pergi.

Selamat beraktivitas.
Selamat melayani.

Tuhan memberkati kita senantiasa. Amin.

Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun- Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Comments

comments