Mengandalkan Tuhan Dalam Kehidupan

Viewed : 11 views

Amsal 3:26
Karena TUHANlah yang akan menjadi sandaranmu, dan akan menghindarkan kakimu dari jerat.

Mungkin kita memiliki berbagai hal sebagai andalan dan sandaran hidup. Namun bagi kita yang percaya, andalan dan sandaran utama kita adalah Tuhan.

Mengandalkan Tuhan artinya mempercayakan hidup kita sepenuhnya kepada-Nya. Kita yakin bahwa Tuhan sempurna mengasihi kita dan Dia senantiasa menjaga sehingga kita aman bersama-Nya.

Mengandalkan Tuhan tidak akan pernah mengecewakan meski kita merasa ada banyak ujian ketika bertahan untuk tetap mengandalkan Dia.

Halangan dan kegagalan kita mengandalkan Tuhan adalah jika kita merasa Allah itu abstrak. Kita membatasi Dia dalam keterbatasan kita. Kita lebih sering meyakini apa yang dapat dilihat dan dirasakan nyata secara fisik. Diri kita lebih sering cocok dengan apa yang dapat dirasa oleh panca indra.

Berbicara tentang Allah sering terasa terlalu ideal dan tidak nyata. Kita merasa lebih nyaman mengatur diri dengan kekuatan sendiri. Itu masalah utama kita.

Amsal 3:26 di atas mengingatkan agar kita terus belajar mengimani bahwa pertolongan Tuhan nyata. Tuhan memang tidak dapat secara kasat mata terlihat oleh mata jasmani karena Dia di atas itu. Perlu kita melatih diri untuk dapat melihat dan meyakini melebihi jangkauan panca indra kita.

Doa kita:
“Tuhan, buka mata hati kami dan beri kami kekuatan untuk meyakini Engkau sebagai andalan dan sandaran hidup kami.”

Selamat beraktivitas.
Selamat melayani.

Tuhan Yesus sebagai sandaran hidup kita senantiasa menyertai dan memberkati kita. Amin.

Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahĂșn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Comments

comments