Kalungkan Pada Leher dan Tuliskan Dalam Loh Hati

Viewed : 10,406 views

RENUNGAN
Amsal 3:3
Janganlah kiranya kasih dan setia meninggalkan engkau! Kalungkanlah itu pada lehermu, tuliskanlah itu pada loh hatimu.

Salah satu yang sering terjadi bagi orang yang berkacamata adalah lupa di mana kacamatanya diletakkan. Sehingga sering menyulitkan baginya untuk membaca.

Walau sudah mencoba disiplin untuk meletakkan kacamatanya di tempat tertentu, tetap saja ada saat-saat dimana penyakit pelupanya kambuh. Akibatnya dia banyak membeli kaca mata yang murah meriah dan diletakkan di banyak tempat sehingga merasa aman dari penyakit pelupa.

Untuk sedikit lebih bebas dari penyakit lupa itu, maka dia mengalungkan kacamatanya. Dengan demikian lebih tertolong lagilah dia.

Kita diingatkan untuk tidak meninggalkan kesetiaan, karena kesetiaan itu sangat penting. Jangan melupakan kesetiaan. Kita disuruh mengalungkan kasih dan setia pada leher. Bahkan tertulis pada loh hati.

Tertulis mengandung makna menetap permanen. Artinya kasih dan setia itu menjadi tinggal dan berada terus-menerus dalam hidup kita… menjadi sifat dan perilaku kita.

Marilah kita membuat kesetiaan menjadi karakter kita… kalungkan pada leher dan tuliskan dalam loh hati.

Bukalah hati kita untuk menerima kebenaran-Nya. Berdoalah agar kuat kuasa Roh Kudus memberi pemahaman dan pengertian kepada kita, sehingga hidup kita diubahkan hari lepas hari.

Tuhan berkenan dan dekat dengan orang-orang yang setia.

Mazmur 145:18
TUHAN dekat pada setiap orang yang berseru kepada-Nya, pada setiap orang yang berseru kepada-Nya dalam kesetiaan.

Selamat beraktifitas.
Selamat berlibur.
Selamat melayani.

Tuhan Yesus Maha Setia menyertai dan memberkati kita senantiasa.
Amin.

Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahĂșn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Comments

comments