Mazmur 92:4-5
Sebab telah Kaubuat aku bersukacita, ya TUHAN, dengan pekerjaan-Mu, karena perbuatan tangan-Mu aku akan bersorak-sorai.
Betapa besarnya pekerjaan-pekerjaan-Mu, ya TUHAN, dan sangat dalamnya rancangan-rancangan-Mu.
Semua kita ingin damai dan bersukacita. Kita ingin menikmati totalitas perjalanan hidup ini. Damai tidak berarti tidak ada rintangan. Tidak berarti hidup kita enteng dan ringan.
Sukacita dan damai sejati kita alami bila kita memahami rancangan dan perbuatan Allah. Kita yakin bahwa hidup kita ada di dalam rancangan-Nya.
Saat kita melihat seorang tukang jahit sedang memotong-motong kain, menusuknya dengan jarum tajam, menekuk-nekuknya, dan sebagainya; alangkah sakitnya yang dirasakan kain itu. Karena kain itu benda mati maka dia diam saja. Coba saja bila kain itu makhluk hidup dan punya mulut, pastilah dia berteriak-teriak tidak karuan. Andaikan kain punya kaki, mungkin dia lari.
Begitulah kita yang sedang dibentuk dan dirancang Tuhan dalam hidup kita. Karena kita makhluk hidup, maka;
• kita punya mulut, sehingga kita mengeluh dan berteriak-teriak,
• kita punya perasaan, sehingga ada perlawanan-perlawanan dalam batin kita,
• kita punya otak, sehingga boleh jadi kita ingin berargumen dengan Allah,
• kita punya kaki, sehingga kita ingin lari saja dari kenyataan hidup,
• kita merasa punya harga diri, sehingga kita suka membanding-bandingkan diri dengan orang lain.
Ada banyak hambatan dalam pembentukan Allah atas kita, sehingga lebih cepat tukang jahit menyelesaikan pekerjaannya membuat baju mati, daripada Allah menyelesaikan pekerjaan-Nya membuat kita menjadi baju hidup.
Seberat apapun situasi kita, jika kita berada di dalam Dia, maka kita akan dapat menghadapi masalah dengan cara yang tepat. Adanya masalah bukanlah masalah besar jika penanganannya tepat.
Tuhan selalu hadir sebab Dia bersama kita dan kita bersama Dia. Marilah kita menikmati hidup bersama Dia dan menyelami pekerjaan dan rancangan-Nya.
Yakinlah bahwa ada rencana Allah atas hidup kita masing-masing. Tuhan sedang menyelasaikan seluruh tahapan rancangan itu detail satu persatu dan menyeluruh.
Sebab itu bersukacitalah. Sambutlah pekerjaan-Nya dan tetaplah hidup kita dalam rancangan-Nya. Kita akan dibentuk Allah menjadi baju hidup.
Kita saat ini sedang dibentuk bagaikan potongan-potongan kain yang tidak kita pahami karena belum selesai. Bila kita pahami ini, maka inilah sukacita besar kita. Kita akan menjadi baju hidup buatan Allah.
“Aku mau dibentuk menjadi baju hidup buatan dan rancangan Tuhan.”
Selamat belajar.
Selamat bekerja.
Selamat beraktivitas.
Selamat melayani.
Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita. Amin.
Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |
Illustration created using Llama 4 on Meta AI




