1 Korintus 11:1
Jadilah pengikutku, sama seperti aku juga menjadi pengikut Kristus.
Rasul Paulus mengatakan tanpa ragu, “Jadilah pengikutku”, karena Dia sungguh-sungguh mengikut Yesus.
Tuhan Yesus dalam memilih murid-murid-Nya berkata, “Ikutlah Aku!
Matius 4:19
Yesus berkata kepada mereka: “Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.”
Markus 2:14
Kemudian ketika Ia berjalan lewat di situ, Ia melihat Lewi anak Alfeus duduk di rumah cukai lalu Ia berkata kepadanya: “Ikutlah Aku!” Maka berdirilah Lewi lalu mengikuti Dia.
Lukas 5:27
Kemudian, ketika Yesus pergi ke luar, Ia melihat seorang pemungut cukai, yang bernama Lewi, sedang duduk di rumah cukai. Yesus berkata kepadanya: “Ikutlah Aku!”
Yohanes 1:43
Pada keesokan harinya Yesus memutuskan untuk berangkat ke Galilea. Ia bertemu dengan Filipus, dan berkata kepadanya: “Ikutlah Aku!”
Hal yang sama bagi kita, seruan Kristus juga adalah agar kita ikut Dia menjadi murid-Nya.
Dalam menanggapi apa kata Yesus dengan seruan-Nya… Ikutlah Aku, tidak semua orang sama. Ada yang sungguh serius. Ada yang setengah serius. Ada yang tidak serius. Sejauh mana kita sedia, setia, dan semangat mengikut Yesus adalah pilihan masing-masing kita. Namun kehendak-Nya adalah agar kita setia ikut Dia… setia melakukan apa kata-Nya. Itu yang menjadi urutan pertama yang semestinya dilakukan setelah menerima-Nya.
Kita dapat membayangkan bagaimana susahnya pikiran orang yang macet usahanya. Kita turut merasakan perasaan orang yang cita-citanya tidak sampai. Kita bersedih melihat orang-orang yang berpisah dan kehilangan orang yang dicintainya. Akan tetapi apabila dia setia dan terus ikut Yesus; dia akan tetap kuat dalam iman yang membuat dia tetap semangat hidup. Di dalam Yesus senantiasa ada pengharapan.
Hidup ini menjadi menarik serta indah jika kita setia menjadi murid Yesus. Rugi besar kalau kita tidak setia kepada-Nya. Hal terbodoh yang dilakukan orang adalah jika dia beralih dan meninggalkan Yesus.
Tidak semua kita memiliki kapasitas untuk memberi uang, harta atau berupa materi lain kepada orang-orang di sekitar kita. Akan tetapi kita dimampukan memberi teladan yang baik dalam mengikut Yesus. Itulah hal terbaik yang dapat kita lakukan dalam segala keterbatasan kita.
Marilah kita tetap setia dan terus mengikut Yesus apapun harga dan bayarannya. Taatlah kepada Yesus sampai akhir!.
Selamat beraktivitas.
Selamat melayani.
Tuhan Yesus memberkati dan menyertai kita. Amin.
Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung.
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahĂșn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |
Illustration created using DALLE-3 on Bing Image Creator




