Damai Sejahtera-Ku Kuberikan Kepadamu

Viewed : 375 views

Yohanes 14:27
Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.

Teringat pengalaman perjalanan saya dari Jakarta ke Tanjung Pinang beberapa tahun yang lampau untuk survei geolistrik, tepatnya bulan April tahun 1988…

Waktu itu cuaca buruk. Pesawat berada dalam posisi dimana kabut begitu tebalnya. Di luar apapun tidak kelihatan, kecuali awan berwarna putih kehitaman. Menyeramkan!

Pesawat goyang. Tekanan udara rasanya tidak merata. Pesawat terasa turun naik. Terkadang seperti jatuh dan naik lagi. Para penumpang takut dan cemas. Banyak yang khusuk berdoa. Sayang sekali waktu itu belum ada HP. Kamera juga tak punya, sehingga tidak bisa diabadikan.

Dalam suasana seperti itu, ada seorang ibu berteriak keras meminta agar pesawat segera mendarat saja. Di luar sadarnya barangkali; dia katakan mau turun saja dari pesawat. Tentu tidak bisa, sebab ini bukan mobil.

Lalu dari pengeras suara, Kapten Pilot menyapa dengan ramah agar para penumpang tetap tenang dan diingatkan untuk tetap memakai sabuk pengaman. Para penumpang tidak perlu khawatir karena pesawat itu akan baik-baik saja. Di tengah-tengah cuaca burukpun, pesawat tetap dapat dikendalikan. Posisinya terpantau senanatiasa. Pilot terus menerus berkomunikasi dengan bandara terdekat untuk melaporkan keberadaannya. Perkataan Pilot itu melegakan dan menenteramkan hati para penumpang, termasuk saya juga pastinya.

Ternyata betul. Pesawat aman. Akhirnya pesawat mendarat dengan mulus. Ketika pesawat berhenti, para penumpang bukan main senangnya dan banyak yang tepuk tangan meriah. Saya rasanya ingin menyalami Pilot tersebut untuk berterima kasih. “Terima kasih Pak Pilot!”

Sahabat yang budiman…
Keadaan perjalanan hidup kita ini sering bagaikan suasana yang dialami para penumpang pesawat di tengah-tengah cuaca buruk. Kita gelisah, takut dan gentar. Hati kita sering menjadi cemas dan kecut melihat situasi kurang mendukung di sekitar kita.

Di tengah suasana seperti itu, Tuhan Yesus sebagai “KAPTEN PILOT” bersabda mengingatkan dan menguatkan agar kita tetap tenang. Jangan takut dan tetaplah percaya kepada-Nya.

Kekuatan Tuhan jauh lebih besar daripada apa yang dapat kita pikirkan. Tuhan menyuruh kita membuka hati kepada-Nya untuk beriman bahwa Dia senantiasa menyertai kita.

Tuhan Yesus andalan kita. Kristus dapat diandalkan senantiasa. Tuhan tempat kita bernaung dan berlindung sehingga kita akan aman dan nyaman.

Betul… bahwa sering ada ganjalan dan halangan dalam hati yang membuat kita gelisah. Hambatan itu perlu diatasi dengan doa dan keyakinan akan Dia… bukan dengan kekuatan kita.

Tuhan Yesus Kristus berkata bahwa Dia memberikan damai sejahtera yang tidak sama dengan apa yang diberikan dunia ini. Dunia ini sering memberikan damai yang semu dan terbatas. Bahkan ada yang palsu.

Tuhan Yesus memberikan damai sejati dan tak terbatas serta abadi. Jadi memang tidak sama damai yang Dia berikan dengan apa diberikan dunia ini.

Wahai umat Tuhan sejagad… Tuhan Yesus adalah SAHABAT SEJATI kita kawanku!!!
P e r c a y a l a h y a ! ! !

Mari kita meyakini bahwa Tuhan itu dekat… Dia sedekat doa kita !

Selamat bekerja.
Selamat beraktivitas.
Selamat melayani.

Penyertaan Tuhan dan damai sejahtera-Nya memimpin setiap langkah hidup kita. Amin.

Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahĂșn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Illustration created using DALLE-3 on Bing Image Creator

Comments

comments