Yohanes 15:8
Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku.
Kita sering berkata bahwa tujuan hidup kita adalah memuliakan Tuhan. Tentu ini adalah bahasa positif dan seharusnyalah demikian.
Memperhatikan dan merenungkan apa kata Tuhan Yesus, maka sebetulnya bila kita berkata bahwa tujuan hidup kita memuliakan Tuhan, itu artinya bahwa kita sedang terus berupaya agar hidup kita berbuah.
Apa buah hidup kita?
Kita diingatkan oleh rasul Paulus tentang buah Roh dalam Galatia 5:22-23, “Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.”
Ibarat sebuah pohon yang bertumbuh dan berbuah, akan ada saja selalu hama yang mengganggu dan menghalangi munculnya buah itu. Karena itu haruslah ada pemeliharaan dan perawatan.
Kita juga demikian. Pastilah ada kerinduan dan keinginan kita untuk hidup berbuah. Namun sering hamanya terlalu banyak, sehingga terhalang buah itu muncul.
Kita rasanya tidak kuat melawan hama itu. Memang kita tidak mampu berbuah tanpa Dia. Siapakah kita sehingga kita merasa mampu?
Karena itu kita harus bersama Kristus, tinggal di dalam Kristus; agar buah yang baik, manis, dan ranum muncul dari hidup kita.
Yohanes 15:4
Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.
Walau buah yang kita hasilkan masih sedikit dan belum terasa, atau kita merasa masih jauh dari hidup berbuah… janganlah khawatir… teruslah semangat! Tuhan akan menolong… itu janji-Nya. Tinggal sekarang: kita mau atau tidak? Kita mengarahkan diri untuk hidup berbuah? atau menjauh? Itu pilihan!
Kiranya kita rindu untuk hidup berbuah dan biarlah itu semakin nyata sebagai tujuan hidup kita. Bersama Kristus kita bisa!
Besar atau kecil buah hidup kita, itu tidak perlu dipermasalahkan! Tidak untuk diperdebatkan! Tidak untuk saling menghakimi!
Yang penting terus ada semangat untuk berjuang bersama Dia agar hidup kita berbuah. Yang penting juga adalah: mari kita saling mendukung dan saling mendoakan Semua itu bagi kemuliaan-Nya.
Biarlah kebahagiaan dan kedamaian kita nikmati dengan tujuan hidup berbuah.
Puji Tuhan!
Selamat beraktifitas.
Selamat melayani.
Tuhan Yesus menyertai dan memberkati. Amin.
Salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahĂșn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |
Image by Peggy Chai from Pixabay




