Dia Tidak Pernah Terlambat Menolong

Viewed : 720 views

Mazmur 40:17
Aku ini sengsara dan miskin, tetapi Tuhan memperhatikan aku. Engkaulah yang menolong aku dan meluputkan aku, ya Allahku, janganlah berlambat!

Dengan segala apa yang dimilikinya, Daud ungkapkan bahwa sesunguhnya dia merasa miskin dan sengsara. Itu pengakuannya.

Oleh karena itu Daud berseru agar Tuhan menolong dan memperhatikannya.

Bagaimana ungkapan dan pengakuan kita?

Apakah kita merasa kaya?
Apakah kita merasa miskin?

Pertolongan Tuhan dapat membebaskan kita dari apa yang diungkapkan Daud sebagai sengsara dan miskin. Tuhan yang dapat meluputkan kita dari segala macam keterpurukan. Dia tidak pernah terlambat menolong.

Kita diingatkan agar tidak bermegah dengan apa yang kita anggap milik kita, tetapi kemegahan kita adalah ketika kita yakin bahwa kita milik Allah.

Selamat Hari Minggu.
Selamat beribadah.

Tuhan Yesus Sang Pemilik menyertai dan memberkati kita senantiasa. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahĂșn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Photo by nine koepfer on Unsplash

Comments

comments