Mazmur 43:5
Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan mengapa engkau gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!”
Keadaan hidup selalu akan berubah silih berganti. Antara keadaan baik dan keadaan tidak baik. Antara sukses dan gagal. Antara diterima dan ditolak. Antara diingat dan dilupakan. Antara pujian dan cercaan. Antara senang dan susah. Antara untung dan rugi. Antara sakit dan sehat. Antara tawa dan tangis. Itulah hidup!
Manusia mengupayakan apa yang baik dan memang harus begitu, tetapi apa yang didapatkan sering tidak sama dengan apa yang diharap.
Antara harapan dan kenyataan sering jauh berbeda. Manusia sering kecewa dan ada saja orang yang mengambil jalan pintas.
Yang paling sulit diterima adalah jika kita merasa hidup benar dan taat kepada Tuhan, tapi toh kesulitan yang selalu muncul. Harapan tak kunjung datang.
Dalam kebingungan kita bertanya, Mengapa begini Tuhan?” Kitapun kerap menyalahkan diri dan muncul kepahitan dalam hati.
Kepada orang yang percaya diingatkan untuk selalu meyakini campur tangan Tuhan dalam hidupnya. Tetaplah percaya bahwa Allah berkuasa dan berdaulat. Tuhan adalah tempat kita bernaung, berteduh dan benteng hidup yang dapat diandalkan. Tuhan senantiasa mendengar seruan kita. Jangan takut dan tetaplah tenang.
Jangan mengandalkan dunia ini. Dunia ini selalu berubah-ubah karena begitulah sifatnya. Kita akan kecewa dan putus asa bila dunia ini pegangan kita.
Bergantunglah kepada SUMBER HIDUP yang tak berubah oleh apapun. Itulah ALLAH! Meski kesulitan tidak pernah berakhir, tetapi di dalam Tuhan harapan selalu ada.
Selamat Hari Minggu.
Selamat Beribadah.
Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita senantiasa. Amin.
Salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |
Photo by Kat Smith




