Roma 8:34
Kristus Yesus, yang telah mati? Bahkan lebih lagi: yang telah bangkit, yang juga duduk di sebelah kanan Allah, yang malah menjadi Pembela bagi kita?
Seorang anak yang masih kecil selalu melapor ke ayah dan ibunya bila mengalami masalah dan kesulitan.
Kalau menerima perlakuan tidak baik atau ada gangguan dari teman-temannya, dia langsung beritahu ke orang tuanya. Dia begitu percaya bahwa ayahnya akan membela. Dia bangga sekali dengan orang tuanya.
Dia sangat merasa aman dan nyaman bila ayah dan ibunya ada bersamanya. Dia merasa bahwa ayahnya akan mampu berbuat apa saja untuknya. Dia yakin ayah dan ibunya menerimanya sepenuh hati dan mengerti akan dirinya. Karena itu dia sangat mengandalkan ayah dan ibunya
Salah satu kebutuhan terbesar manusia adalah merasa diterima dan dimengerti. Sebab itu manusia berusaha keras agar dapat diterima dan dimengerti orang lain.
Orang sering kuatir dan merasa tersisihkan jika perasaan tidak diterima dan tidak dimengerti muncul. Sayangnya, orang sering lebih berharap kepada manusia agar dimengerti dan diterima, dan akibatnya sering merasa kecewa karena memang manusia terbatas untuk mengerti sesamanya.
Kita sering lupa bahwa sebetulnya Allah yang senantiasa setia memperhatikan dan membela kita.
Pengalaman yang menarik dari Yusuf adalah ketika dia menolong juru minuman raja menterjemahkan mimpinya.
Yusuf berkata kepada orang itu agar bila dia kelak kembali mendapat kedudukannya seperti semula, juru minuman diharapkan itu ingat akan Yusuf. Yusuf berpikir bahwa dengan cara demikian dia dapat bebas dari penjara.
Tetapi apa yang terjadi?
Orang itu lupa kepada Yusuf.
Mungkin Yusuf kecewa berat terhadap orang itu karena sangat berharap untuk ditolong.
Tetapi Tuhan tidak lupa!
Allah yang membela dan menolong Yusuf dengan cara-Nya yang tak terduga. Tuhan memberi hikmat luar biasa kepada Yusuf untuk dapat menterjemahkan dan menafsirkan mimpi Firaun.
Yusuf akhirnya bebas bahkan menjadi orang kepercayaan raja. Inilah buahnya berharap kepada Allah yang tidak pernah mengecewakan.
Allah tidak akan pernah lupa terhadap kita semua anak-anak-Nya.
Yakin dan percayalah!
Sebab itu berharaplah kepada Tuhan!
Allah Pembela kita sungguh dapat dipercaya.
Selamat beraktivitas.
Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita senantiasa. Amin.
Salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahĂșn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |




