Ratapan 3:22-23
Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!
Selalu akan ada perubahan-perubahan dalam diri kita; baik yang kita sukai maupun tidak disukai.
Dalam usia tertentu, dengan bertambahnya umur, maka kekuatan fisikpun melemah. Daya ingat turun. Makanan kesukaan harus dihindari atau paling tidak dikurangi. Tenaga tidak kuat lagi. Cepat lelah. Badan tidak lentur lagi dan lebih kaku. Kulit mengerut. Rentan terhadap penyakit. Semangat tetap ada tetapi daya melemah. Terasa kesepian. Dan sebagainya.
Apalagi jika merasa banyak cita-cita tak tercapai dan apa yang diinginkan bakal tidak mungkin lagi… dapat membuat kita berkecil hati.
Akan tetapi kita sungguh sangat bersyukur karena kita memiliki Allah yang mengerti keluh kesah kita. Dia memahami segala keterbatasan kita. Dia pun tahu seluruh isi hati kita. Dia mengenal kita sebab Dia yang menciptakan kita.
Tuhan tahu ada harapan-harapan kita yang tidak sampai dan itupun seijin-Nya. Namun satu hal yang pasti adalah Dia sangat mengasihi kita. Kasih-Nya tidak dibatasi oleh pemikiran kita yang hanya mampu memikirkan sebatas apa yang kita lihat dan rasakan saja.
Allah berkuasa dan berotoritas atas segala sesuatu, tentu termasuk terhadap diri dan hidup kita.
Meski di waktu-waktu lampau banyak kita merasa ”gagal”, namun sesungguhnya di hadapan-Nya tidaklah demikian. Kita tetap menjadi orang yang beruntung karena kita adalah anak-anak-Nya yang dikasihi-Nya dengan sempurna.
Kasih-Nya tidak terbatas. Itulah andalan kita. Kasih Tuhan tidak pernah berhenti dan tidak pernah habis. Oleh sebab itu marilah kita bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan.
Di dalam Dia selalu ada harapan. Masalahnya hanyalah percayakah kita? Apakah kita berserah kepada Dia?
Mari kita meyakini dan mengaminkan bahwa sesungguhnya:
Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!
Selamat beraktifitas.
Tuhan Yesus menyertai kita dengan kasih-Nya yang sempurna dan kekal. Amin.
Salam dan doa.
Alamta Singarimbun-Bandung
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |
Photo by Hanny Naibaho on Unsplash




