Lukas 17:17
Lalu Yesus berkata: “Bukankah kesepuluh orang tadi semuanya telah menjadi tahir? Di manakah yang sembilan orang itu?
Ketika Yesus menyembuhkan sepuluh orang berpenyakit kusta, hanyalah seorang saja yang datang kembali untuk menyatakan terima kasih.
Yesus sampai bertanya, “Di manakah yang sembilan orang itu?”
Relevansinya bagi kitaโฆ
Tuhan telah menyelamatkan kita. Tuhan memberikan kecukupan atas hidup kita. Kita dilindungi-Nya senantiasa. Kita telah diangkat-Nya dari dunia orang mati.
Apakah kita termasuk katagori sembilan orang yang setelah sembuh tidak datang bersyukur?, sehingga Yesus bertanya tentang keberadaan kita, “Di manakah engkau?“
Mari kita menjadi seperti salah satu yang datang bersyukur kepada Yesus. Mari bersyukur atas pengorbanan dan kebaikan-Nya.
Biarlah dengan talenta dan karunia yang Tuhan beri; sesuai panggilan kita masing-masing, mari kita ikut ambil bagian dalam Rencana Agung-Nya. Itulah salah satu bentuk ucapan syukur kita.
๐ผ๐ป๐ธ๐บ๐ท๐น๐ถ๐ต๐ช
Ini aku, s’mua milikku
Kuserahkan padaMu Tuhan
Penyesalan dan kebanggaan
Suka dan duka, s’mua kuserahkan
Yang t’lah lalu, yang kan datang
Hasrat dan harapan yang terbayang
Masa depan dan rencanaku
S’mua kuserahkan dalam tanganMu
chorus
Kupersembahkan hidupku
KepadaMu Tuhan
Tuk kemuliaanMu
Kuberikan hidup ini
S’bagai persembahan
Yang berkenan padaMu
๐ผ๐บ๐ช๐ต๐ถ๐น๐ท๐ธ๐ป
Tuhan menyertai dan memberkati kita. Amin.
Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahรบn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |
Image by Gordon Johnson from Pixabay




