Universitas Kehidupan

Viewed : 756 views

Matius 11:29
Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.

Mungkin kita telah memperoleh ijazah dalam berbagai strata pendidikan.

Mungkin kita sudah menjalani pelatihan formal sehingga diperoleh berbagai sertifikat.

Saat inipun mungkin kita sedang berada dalam studi untuk kehidupan yang baik di hari depan.

Pembelajaran formal ditempuh dalam rangka mendapat beragam gelar kehormatan yang tercantum dalam nama kita.

Kita harus memiliki rasa bangga dengan Universitas dimana kita sedang belajar atau mungkin saat ini kita telah menjadi alumninya.

Belajar tidak pernah berhenti. Kita terus berada dalam Universitas Kehidupan dengan berbagai mata kuliah teori dan praktek.

Berbagai mata kuliah kehidupan harus kita pelajari dan praktekkan, misalnya: Ketaatan, Pengharapan, Ketekunan, Kerendahan hati, Kesabaran, Menghormati Sesama, Bersaksi, dan sebagainya.

Kitapun harus praktek dalam berbagai laboratorium penelitian, antara lain Laboratorium Bersyukur, Laboratorium Kesabaran, Laboratorium Kerendahan Hati, Laboratorium Pengharapan, Laboratorium Penerimaan Diri, Laboratorium Bersaksi, Laboratorium Ketaatan, dan sebagainya.

Kita diharapkan membayar biaya kuliah dengan mempersembahkan sebagian dari rejeki kita.

Kita memiliki para senior sebagai dosen, tutor dan asisten penolong yang menuntun kita yaitu Pendeta, Penetua, Diaken, Guru Agama, Guru Sekolah Minggu, Pemimpin PA, dan sebagainya. Mereka inipun harus terus belajar meningkatkan kapasitas mereka untuk membimbing dan membina. Suatu saat kita juga harus siap menjadi asisten-asisten kehidupan yang handal.

Kita juga harus belajar banyak kepada para alumni yang telah mendahului kita yang telah berada dalam kekekalan. Mereka telah menjalani sidang tugas akhir dengan berbagai judul skripsi hidup. Mereka itu antara lain adalah: Abraham, Ezra, Daniel, Elia, Yesaya, Petrus, Natanael, Yohanes, Rasul Paulus, Timotius, Hudson Taylor, David Livingstone, dan banyak lagi. Mereka lulus dengan prestasi cum laude.

Kitapun mungkin sebentar lagi harus siap-siap untuk sidang tugas akhir seperti pendahulu kita itu. Sudah siapkah?

Apa gerangan kelak judisium kita?
TIDAK LULUS?,
CUKUP?,
MEMUASKAN?,
SANGAT MEMUASKAN?,
CUM LAUDE?

Yang jelas tidak ada ujian susulan dalam sidang akhir saat kita harus menutup mata untuk selama-lamanya.

Hari ini mungkin kita harus menjalani kuis Kerendahan Hati, atau UTS Kesabaran, atau UAS Ketekunan, atau presentasi memberi pertolongan, dengan skala nilai 0-100.

Apa gerangan nilai kita?

Atau mungkin juga hari ini ada yang akan menjalani Sidang Akhir.

Kelak kita akan diwisuda sekaligus ketika Yesus Kristus datang untuk kedua kalinya.

Janganlah lupa bahwa Yesus akan datang untuk mewisuda kita. Yesus adalah “DOSEN AGUNG” kita. Kita murid-Nya. Kita harus belajar menimba ilmu dari pada-Nya.

Pesan Dosn Agung kita sangat jelas,yaitu, ”Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.”

Ya… apapun harganya…
Mari kita belajar kepada Yesus!
Mari kita berguru kepada Yesus!
Mari kita setia ikut Yesus!

Tepujilah Tuhan Yesus Maha Guruku Yang Ajaib.

Tuhan Yesus menyertai dan menolong kita dalam kuliah kehidupan ini. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Photo by Vasily Koloda on Unsplash

Comments

comments