Memilih Apa yang Baik

Viewed : 695 views

Filipi 1:9-11
Dan inilah doaku, semoga kasihmu makin melimpah dalam pengetahuan yang benar dan dalam segala macam pengertian, sehingga kamu dapat memilih apa yang baik, supaya kamu suci dan tak bercacat menjelang hari Kristus, penuh dengan buah kebenaran yang dikerjakan oleh Yesus Kristus untuk memuliakan dan memuji Allah.

Lebah selalu mencari bunga segar untuk mengambil apa yang manis.

Apa yang manis itu dikumpulkan menjadi madu untuk sumber makanan, terutama bagi lebah muda yang baru lahir. Bahkan banyak kita mencari madu sebagai pasokan gizi buat tubuh. Madu menjadi relatif mahal harganya.

Madu manis sebagai hasil kerja lebah, tidak hanya berguna bagi lebah itu sendiri, tetapi juga sungguh bermanfaat bagi manusia.

Berbeda dengan lalat; lalat suka hinggap di tempat kotor berbau tidak sedap penuh kuman dan jijik. Lalat itu kemudian suka hinggap di makanan kita.

Apabila lalat datang, terutama mendekat ke makanan kita, maka kita cenderung memukulnya agar lalat itu mati lalu dibuang. Paling tidak kita mengusir lalat itu jauh-jauh dan berusaha agar tidak datang lagi.

Lebah sungguh berguna. Apa yang dikumpulkannya bermanfaat bagi kita.

Lalat sungguh kita hindari. Apa yang dikumpulkannya menjadi penyakit dan petaka bagi kita.

Bagaimana dengan kita;
• apa yang kita cari?,
• apa yang kita pelajari?,
• apa yang kita rencanakan?,
• apa yang kita kerjakan?,
• apa yang kita impikan?,
biarlah itu semua sungguh mendatangkan kebaikan bagi kita, dan bagi siapa saja sesama kita.

Mari kita hidup menjadi tipe lebah memberi gizi madu walau hanya mungkin kecil dan sedikit yang dapat kita beri.

Janganlah hidup menjadi tipe lalat yang membawa kuman penyakit.

Mari kita hidup dengan memilih apa yang apa baik. Hiduplah menjadi berkat dan membawa damai di manapun kita berada dan dengan siapapun kita berinteraksi, baik secara langsung (offline) maupun secara virtual (online).
S e m o g a ! !

Tuhan menyertai dan memberkati kita senantiasa. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung.

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Photo by Bermix Studio on Unsplash

Comments

comments