Filipi 3:10
Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya.
Kalau ada orang datang ke rumah kita, tentu berbeda-beda cara kita menyambutnya.
Bila orangnya belum dikenal, mungkin kita mempersilahkan dia masuk ke ruang tamu lalu bertanya siapa dia dan apa maksud kedatangannya.
Jika orangnya mencurigakan, maka cukup bicara di dekat pagar saja. Apabila kuatir membawa masalah, maka kita tidak bersedia berbicara dengannya.
Akan tetapi bila yang datang kita kenal dengan baik, kita akan menyuruh dia segera masuk. Kita menghidangkan minuman atau mengajak dia makan bersama. Mungkin juga kita persilahkan dia untuk menginap dan segera menyiapkan kamar untuk istirahat.
Bila yang datang adalah sahabat dekat, kita akan menyiapkan yang lebih baik lagi untuk melayani dia. Apalagi kalau yang datang adalah keluarga, maka yang terbaik akan kita berikan. Masuk ke kamar pribadi kita pun tidak masalah.
Kedekatan dan kualitas hubungan kita dengan seseorang akan berpengaruh besar dalam sikap dan perlakuan yang kita berikan.
Begitu kita percaya kepada Kristus dan menerima-Nya, apakah Dia hanya sebagai tamu yang jauh yang hanya dipersilahkan duduk di ruang tamu dalam hati kita?
Apakah DIA kita perlakukan dengan istimewa?
Apakah Tuhan Yesus menjadi sahabat kita yang bebas memasuki seluruh ruang hati kita.
Apakah kita mempersilahkan DIA merajai hati kita.
Sejauh mana kita mengijinkan Kristus menguasai diri kita, sejauh itulah Dia akan dapat membentuk dan memperbaharui hidup kita.
Sejauh mana kita bersatu dengan Dia, sejauh itulah Dia akan mampu menempa hidup kita menjadi semakin serupa dengan Dia.
Kristus mau agar kita menyerahkan hati sepenuhnya kepada-Nya. Dia ingin membentuk kita menjadi ciptaan baru yang semakin diperbaharui dari hari ke hari.
Walau secara fisik kita semakin lemah karena termakan usia, tetapi manusia batiniah kita akan diperbaharui. Hal itu hanya mungkin bila kita semakin bersatu dengan Yesus.
2 Korintus 4:16
”Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.”
Marilah!…
Mendekatlah!…
Bersatulah dengan Kristus!
Damai sejahtera-Nya memimpin kita. Amin.
Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |



