Yohanes 3:16-17
Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.
Allah mengasihi dunia ini. Allah mengasihi manusia tanpa kecuali. Itulah sebab dan alasannya mengapa Yesus datang korbankan diri.
Semua manusia menjadi objek kasih Allah. Tuhan tidak hanya mengasihi orang yang beragama Kristen. Allah tidak membawa agama ke dunia ini. Agama apapun tidak menyelamatkan. Yesus yang menyelamatkan.
Allah membawa kasih.
Yesus membawa darah-Nya untuk dikucurkan di kayu salib untuk melunasi hutang dosa kita.
Bahwa kita diselamatkan, hal itu karena pilihan kita untuk percaya dan menerima Yesus. Namun sesungguhnya Allah mengasihi dan mencintai seluruh manusia. Allah tidak ingin sebetulnya satupun manusia terhilang.
Bagi kita yang sudah percaya, semestinya kita tidak lagi hanya diam sebagai obyek kasih Allah, tetapi harusnya kita menjadi subyek kasih Allah. Kita menjadi pelaku kasih Allah. Artinya kita menjadi kawan sekerja Allah untuk menyaksikan dan mengabarkan Injil.
Faktanya kita sering gagal menjadi subyek kasih Allah. Kita lebih senang menikmati sebagai obyek kasih Allah saja. Kita merasa tidak terpanggil menjadi saksi Tuhan.
Kita sering hanya mengasihi orang Kristen saja.
Kita hanya mengasihi orang yang mengasihi kita saja.
Kita hanya mengasihi orang yang kita rasa berpotensi menolong kita.
Kita sering hanya mengasihi yang sesuku dengan kita.
Kasih kita hanya berputar-putar di antara kita-kita saja.
Kita gagal mengasihi orang-orang di sekitar kita bahwa mereka sangat dikasihi Allah sama seperti kasih-Nya kepada kita.
Hal tersebut membuat hati kita tertutup. Kita lupa dengan apa alasan mengapa Yesus datang sesuai Yohanes 3:16-17. Kita jadi abai dengan maksud kedatangan Yesus diutus Allah untuk menyelamatkan dunia ini.
Sahabat yang kekasih, marilah kita tidak tinggal hanya sebagai obyek kasih Allah, namun kita meningkat dan ikut bergerak menjadi subyek kasih Allah.
Meski kita banyak gagalnya dan tidak menyadari atau terlupa akan peran kita yang mestinya ikut mengabarkan Injil, mari bangkit dan berbuat!
Selamat belajar.
Selamat bekerja.
Selamat beraktifitas.
Selamat melayani.
Tuhan Yesus memberkati dan menyertai kita menjadi subyek kasih Allah. Amin.
Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahĂșn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |
Image by Free-Photos from Pixabay




