Janji-Nya

Viewed : 3,572 views

RENUNGAN
Ulangan 7:9
Sebab itu haruslah kauketahui, bahwa TUHAN, Allahmu, Dialah Allah, Allah yang setia, yang memegang perjanjian dan kasih setia-Nya terhadap orang yang kasih kepada-Nya dan berpegang pada perintah-Nya, sampai kepada beribu-ribu keturunan.

Di era tahun 60an, ada sebuah lagu terkenal: Tinggi Gunung Seribu Janji, yang dilantunkan oleh Bob Tutupoli. Ketika di SD dulu, lagu itu sering dinyanyikan di depan kelas, bila guru menyuruh bernyanyi ke depan satu-persatu.

Di samping itu, sebuah lagu lagi yang juga sering dinyanyikan adalah: Padamu Negeri

Kedua lagu itu berisi soal JANJI.

Di dalam pelantikan jabatan, ada JANJI yang diucapkan.

Dalam upacara kelulusan, ada JANJI yang diikrarkan.

Di dalam kebaktian pemberkatan pernikahan, ada JANJI setia dari sepasang pria-wanita.

Ada banyak janji-janji…

Dalam prakteknya ada banyak janji yang diabaikan dan dilupakan… janji tinggal janji.

Tidak memenuhi janji mungkin karena lupa. Mungkin karena tidak mampu melakukannya. Mungkin karena merasa tak penting. Mungkin karena merasa sudah merasa mendapat apa yang diinginkan lewat pancingan janji. Mungkin merasa rugi jika memenuhi janji. Dan sebagainya.

Betapa pentingnya memenuhi janji.

Kebesaran hati dan jiwa seseorang sering dilihat dan dinilai dari: bagaimana dia memegang dan melakukan janjinya.

Ulangan 7:9 mengatakan bahwa Allah kita adalah setia memegang janji-Nya. Allah akan melakukan dan menggenapi setiap janji-Nya. Dikatakan oleh ayat tersebut supaya kita tahu dan percaya itu.
Syaratnya adalah berpegang pada perintah-Nya… ini bagian penting yang harus kita lakukan. Itu bagian kita.

Yang sering dan kebanyakan terjadi adalah kita berharap dan menuntut janji Allah, tapi kita tidak berpegang kepada perintah-Nya. Kita hidup semau kita. Karena itu kita sedang berada dalam posisi tidak siap menerima janji-Nya.

Oleh sebab itu ada dua hal penting yang harus kita lakukan yaitu:
1. Mengetahui janji Allah. Percaya sepenuhnya akan janji Allah.
Yakini itu !
Amsal 3:5
Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.

2. Mengasihi Allah sepenuh hati dengan berpegagang dan taat kepada perintah-Nya.
Lakukan itu !
Matius 22:37-38
Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.
Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.

Bila 2 hal tersebut terjadi dalam hidup kita, maka sentosa dan damailah kita.

Selamat bekerja.
Selamat berkarya.
Selamat beraktifitas.
Selamat melayani.

Tuhan Yesus beserta kita di dalam meyakini janji-Nya serta berpegang kepada perintah-Nya. Amin.

Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahĂșn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Comments

comments